Bukan Memperbanyak Amal, Malah minum, Minuman Keras

0
Sembilan peranggang dalam kondisi mabuk setelah santap sahur dengan miras jenis Pinaraci diamankan ke Mapolres Gorontalo.

Hargo.co.id TIBAWA, – Ditengah masyarakat lain sedang menikmati makan sahur di hari-hari terkahir bulan Ramadan yang penuh ampunan ini, tapi masih ada saja yang gemar menambah kemaksiatan. Seperti yang dilakukan sembilan remaja di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa ini. Saat orang lain menikmati waktu sahur untuk mendapatkan berkah, mereka malah sahur dengan minuman keras (miras) jenis pinaraci. Bahkan, aksi mereka kerap meresahkan warga sehingga polisi pun bertindak.

Para remaja tersebut diketahui masing-masing berinisial AS (17) alias Agus, BA (18) alias Bahtiar, RM (18) alias Risman, DR (21) alias Deri, AU (17) alias Apon, ST (17) alias Saipul, PH (20) alias Pagus, BT (18) alias Bambang, dan IY (18) alias Iman. Mereka langsung digelandang ke Mapolres Gorontalo beserta dengan 4 unit sepeda motor. Padahal, dihadapan polisi, sembilan remaja itu mengaku beragama Islam dan masih menjalankan ibadah puasa seperti biasanya.

Sebelumnya, sekitar pukul 02.00 Wita, Jumat (16/6), Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan adanya aktivitas pesta miras serta balap liar tepatnya di tugu bundaran Bandara Djalaludin Gorontalo, Tibawa. Aktivitas mereka, seperti laporan warga, sangat meresahkan.

Tiba di lokasi, ternyata benar polisi mendapatkan sekumpulan pemuda yang beraktivitas ugal-ugalan. Tampak juga para remaja yang asyik mengkonsumsi miras jenis Pinaraci.

Tanpa basa-basi, polisi pun langsung membekuk para remaja yang sebagian besarnya masih merupakan pelajar itu. Tak hanya itu, empat buah sepeda motor juga diamankan karena tidak memiliki kelengkapan dan sudah termodifikasi menggunakan knalpot racing. Saat dibekuk, para remaja ini juga tengah bersiap-siap melakukan balapan liar di ruas jalan Gorontalo Ring Road (GORR).

Kasat Lantas Polres Gorontalo, AKP Satrio Prayogo, SIK, yang memimpin langsung patroli tersebut mengatakan, dirinya sangat menyayangkan perbuatan sembilan remaja yang sebagian besarnya masih pelajar itu.

Karena di saat orang lain sedang giat-giatnya memperbanyak amalan di bulan Ramadan, mereka yang kesemuanya adalah muslim itu malah mengkonsumsi miras tepat di waktu sahur.

“Kami telah melakukan pembinaan kepada mereka dan memperingati secara tegas untuk tidak mengulangi hal tersebut. Sementara itu empat unit sepeda motor mereka juga terpaksa kami sita karena tidak memiliki kelengkapan kendaraan,” tandasnya.(tr-55/hg)

TINGGALKAN BALASAN