Buntut Kemarau, Penambang Pasir dan Kerikil Naikkan Harga

Lokasi Tambang Pasir Paguyaman.

Hargo.co.id PAGUYAMAN– Musim yang tidak menentu saat ini, nampaknya tidak hanya menimbulkan dampak resiko di kalangan para petani saja, tapi juga para buruh tambang pasir.

Pantauan Gorontalo Post (group hargo), sejumlah lokasi tambang pasir yang berada di jalur Sungai Paguyaman Desa Diloato, Kecamatan Paguyaman, telah berpindah tempat menggeser beberapa ratus meter dari lokasi sebelumnya. Pasalnya di lokasi ini para penambang kesulitan mendapatkan pasir dan kerikil.

Hal itu diakui pula oleh Adi, salah seorang buruh penambang pasir setempat. Menurutnya, stok pasir dan kerikil sungai sangat dipengruhi oleh keberadaan arus sungai. “Kalau air sungai pasang dan arusnya deras, stok pasir dan kerikil juga bisa bertambah, tetapi hampir setahun ini, arus sungai tidak normal lagi, biasanya ada waktu-waktu dimana air sungai pasang dan surut, tetapi saat ini lebih banyak surut,” utaranya.

Adi menuturkan, dengan kondisi ini mau tidak mau, memaksa para pemilik usaha sedotan pasir dan kerikil sungai menaikkan tarif dari harga biasanya. sehingga terkadang hal ini sedikit menimbulkan ketegangan baik antara para buruh dengan para sopir pengangkut material, sesama buruh, atau sesama pemilik mesin sedot pasir dan kerikil.

Menurut Adi, jika kondisi seperti ini terus berlangsung, mereka memprediksi akan banyak lokasi bantaran sungai yang tereksplorasi untuk penambangan pasir dan batu illegal. ”Lokasi yang kami tinggalkan sebagian besar sudah rusak artinya, pasirnya sudah bercampur lumpur, jadi kami pindah ke lokasi yang pasir dan kerikilnya masih segar,”
tuturnya.

Saat ditanya apakah lokasi tempatnya bekerja itu mengantongi izin? Adi dengan sedikit menyelidik menjawab, “Kalau punya bos saya, (pemilik mesin sedot pasir,red) dulu waktu belum ada izin sering didatangi petugas, setelah ada izin baru petugas sudah tidak datang-datang lagi,” tandasnya. (gip/hargo)