Calon Beringin untuk Pilkada Gorontalo Ditetapkan 1 Oktober, Siapa Saja Mereka?

ILUSTRASI - WALIKOTA Gorontalo Marthen Taha, didampingi oleh pendukungnya, ketika melakukan pendaftaran sebagai bakal calon walikota di partai Golkar Kota Gorontalo yang diterima oleh ketua tim penjaringan Sabri Batalipu bersama anggota. Jumat (11/8).

GORONTALO, hargo.co.id – Siapa figur calon yang akan diusung partai Golkar pada pemilihan walikota-wakil walikota (Pilwako) Gorontalo dan pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Gorontalo Utara (Gorut) 2018 mendatang, akan segera diketahui publik.

DPP Golkar berencana untuk menetapkan kandidat yang akan diusung di dua pilkada tersebut pada 1 Oktober mendatang.

Itu dipastikan salah satu pengurus DPP Golkar Roem Kono, saat diwawancarai Gorontalo Post, Kamis (14/9), via seluler. Roem Kono mengatakan, penetapan calon yang akan diusung Golkar pada pilkada 2018 mendatang, akan secepatnya dilakukan oleh DPP. Mengingat tahapan pendaftaran pasangan calon sudah makin dekat.

“DPP akan segera menetapkan calon (Pilwako-Pilbup Gorut,red) pada 1 Oktober. Kita akan pacu penetapan calon untuk semua daerah agar bisa secepatnya selesai,” jelas Koordinato Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP Golkar itu.

Setelah penetapan pasangan calon oleh DPP, Roem Kono mengajak semua elemen partai, baik pengurus, kader dan simpatisan untuk berjuang bersama-sama memenangkan Pilkada. Pemenangan calon harus menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya beban calon.

” Nanti kita akan berjuang bersama-sama,” tandasnya.

Penetapan pasangan calon Golkar untuk Gorontalo baik Pilwako dan Pilbup Gorut memang sempat ditunda oleh DPP. Penetapan yang rencananya dilakukan awal September ditunda. Alasannya karena koalisi partai yang belum jalan, termasuk persoalan-persoalan internal yang harus segera dituntaskan.

“Ini bukan soal cepat atau lambat menetapkan calon, tapi Golkar itu melihat peluang dan harus menang. Sehingga calon yang diusung benar-benar yang diharapkan rakyat dan berkomitmen membesarkan partai,”kata Wakil Ketua bidang OKK DPD I Golkar Gorontalo Ghalib Lahidjun seperti diberitakan sebelumnya.

Untuk Kota Gorontalo, lanjut Ghalieb, DPP masih menunda karena masih terdapat persoalan internal yang harus segera dituntaskan.

“DPP melalui DPD I telah memerintahkan agar persoalan internal di DPD II Golkar Kota Gorontalo segera dituntaskan. Karena kita menghadapi hajatan besar, fokus pada Pilwako,”terang Ghalieb. Persoalan di DPD II Golkar Kota Gorontalo sendiri kata Ghalib mendapat perhatian DPP, sebab sedang menghadapi Pilkada, namun terdapat gejok internal.

Sementara itu kata Ghalieb, untuk Gorontalo Utara (Gorut) akan lebih cepat ditetapkan.

“Masih ditunda juga, tapi kemungkinan penetapannya akan lebih cepat dari kota Gorontalo. Masih ada skema yang harus ditempuh,” katanya.

Skema itu, apakah Golkar akan mendukung calon bupati dan wakil bupati, atau calon bupati saja atau hanya calon wakil bupati. “Tinggal diputuskan,”kata dia.

Hanya saja Ghalib masih enggan menyebut siapa bakal calon yang akan direkomendasikan Golkar untuk Pilkada Gorut.

“Yang jelas, bakal calon yang diputuskan atau yang direkomendasikan Golkar adalah kader yang mengikuti semua skema dan irama partai Golkar,” terangnya.

Sebagai bakal calon dari internal (kader), Ghalib mengatakan harus mengikuti irama partai Golkar. “Jika ada yang tidak se-irama, itu artinya tidak sejalan, maka itu adalah pembangkangan terhadap partai,”tandas Ghalib. (rmb/tro/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →