Catat Sejarah! Kumpulkan Sedekah Rp 622 juta Hanya Dalam Waktu Lima Menit

BUPATI Bone Bolango Hamim Pou menerima sertifi kat Muri karena berhasil menggelar gerakan sedekah dan infaq masal dengan berhasil mengumpulkan dana Rp 622 juta dalam lima menit.

GORONTALO, Hargo.co.id – Peringatan hari Patriotik 1942 di Kabupaten Bone Bolango sedikit berbeda, Selasa (23/1). Pemerintah Daerah (Pemda) tidak saja menggelar upacara yang memang rutin dihelat setiap tahun.

Namun juga berhasil mencatatkan sejarah, karena menjadi satu-satunya daerah di Indonesia, yang mampu mengumpulkan sekedah dan infaq Rp 622 juta hanya dalam waktu lima menit.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou, mengerahkan seluruh aparaturnya yang berjumlah lebih dari lima ribu orang, untuk memberikan sedekah dan infaq pada kegiatan yang di pusatkan di halaman kantor Bupati Bone Bolango itu.

Pantauan Gorontalo Post, usai upacara Hari Patriotik 1942, para pegawai berbaris sesuai satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pimpinan SKPD berada di depan barisan masing-masing SKPD.

Setiap pimpinan SKPD inilah yang ditugaskan untuk memegang kardus yang sudah disiapkan pihak panitia sebagai wadah menempatkan uang sedekah langsung dari pegawai yang ada.

Setelah semua siap, barulah mulai melakukan pengumpulan. Disaat proses pengumpulan, setiap aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan tertib dan dilarang untuk melakukan aktifitas tambahan dalam barisan.

Hal itu untuk mempercepat waktu pengumpulan agar tak lewat dari lima menit. Setiap pegawai, diharap untuk seikhlasnya menyiapkan uang minimal Rp 100 ribu untuk disedekahkan, jika ada yang lebih tentunya tidak dilarang.

Saat mendengar arahan dan aba-aba barulah masing-masing ASN dalam setiap bariasannya harus berjalan mengahampiri pimpinan SKPD mereka yang berada di depan barisan lalu meletakan uang ke dalam kardus yang dipegang pimpinan SKPD.

Aksi ini nampak haru tatkala lantunan Ayat Suci Alquran dan salawat mengiringi pengumpulan zakat secara massal itu.

Karena tepat waktu dan dilakukan serentak dengan jumlah terbanyak, MURI mencatatkanya sebagai rekor ke 8311, tertuang dalam rekor Muri 8311/R.MURI/I/2018 yang diserahkan perwakilan MURI kepada Bupati Bone Bolango Hamim Pou.

“Dengan niat baik ini kita niatkan rata-rata Rp 100 ribu per ASN, ini berguna untuk menjauhkan kita dari bala bencana, sesuai janji Tuhan apa yang kita berikan ini akan ditukar.

Semoga diijabah menjadi sumber ibadah dan terus tebarkan benih inspirasi dengan memperbanyak ladang ibadah,”seru Bupati Hamim Pou dalam sambutan.

Lanjutnya, melalui pengumpulan Zakat, Infaq dan sedekah baik dari Pemerintah dan masyarakat diharapkannya mampu dikelola dengan baik oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Sehingga nantinya Baznas yang nantinya menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Coba kita bayangkan dari APBD Rp 1 Triliun itu ada sekitar Rp 400 Juta untuk gaji pegawai. 5 persen saja dari itu ikut bisa membantu masyarakat yang selama ini tidak tersentuh lewat daerah,”kata Bupati.

Menurutnya, aksi pengumpulan sedekah secara serentak itu, tidak dilakukan semata mengejar rekor Muri. “Tapi setiap empat bulan kita akan lakukan gerakan ini, “ujarnya.

Jika setiap 4 bulan terkumpulkan sebanyak setengah miliar, maka ia asumsikan selama setahun bisa mencapai satu setengah miliar yang bisa dikumpulkan untuk Baznas.

“Saya titip pesan ketika Baznas menyalurkan bantuan maka harus transparan, buktikan ini loh hasilnya. Jadi ini dan itu sehingga dipercaya,”harap Hamim.

Sementara itu, Fitriansyah A.S selaku kepala Divisi Retail Funding Baznas Nasional mengatakan, gerakan pengumpulan sedekah serentak itu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk lebih aktif lagi.

Dalam ekonomi Syariah dikenal ada ekonomi dari zakat, sehingganya melalui gerakan yang digagas Bupati Bone Bolango ini menjadi pembangunan dari Zakat.

” Jadi Kabupaten Bone Bolango ini Insya Allah akan menjadi percontohan bagi Kabupaten lainnya, zakat artinya tumbuh dan berkembang, Insya Allah dapat keberkahan, keimanan dan kesejahteraan ekonomi, ” ujarnya.

Terkait permintaan secara Transparan, Fitriansyah akui ini baru mulai, pihaknya sedang membangun sistem sehingga selalu mempublikasi berapa perolehan dan penggunaan dananya. ” Jadi setiap saat masyarakat boleh tahu apa yang dilakukan Baznas bagaimana kami sangat transparan sekali, “jelasnya.

Sedangkan Andre Purwandono perwakilan Rekor Muri mengatakan, gerakan pengumpulan sedekah belum pernah dilakukan di daerah manapun di Indonesia. Untuk itu ia harapkan semoga dengan gerakan ini bisa menciptakan daerah lain untuk tergugah melakukan Zakat Infaq dan sedekah ini agar bisa sama-sama saling melengkapi.

Sebab baginya nilai pahala gerakan ini sangat besar sekali. ” Ini sebagai wujud membangun Indonesia secara bersama dengan gerakan ini, ” pungkasnya. (csr/tr-54)

One Comment on “Catat Sejarah! Kumpulkan Sedekah Rp 622 juta Hanya Dalam Waktu Lima Menit”

  1. Tulisannya tidak pernah di edit sebelum di cetak ya? Banyak sekali kesalahan berbahasa maupun kesalahan ketik yang ditemukan di Hargo

Comments are closed.