Cekcok, Ketua Dewan Kabupaten Kolut Tewas Ditikam Istri

Foto Musakkir saat masih hidup bersama istri

LASUSUA, hargo.co.id – Kabar duka melanda keluarga besar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (Dekab) Kolaka Utara (Kolut). Ketua Dekab Kolut Musakkir Sarira menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka sekira pukul 16.45 Wita, kemarin.

Musakkir meninggal setelah mengalami lusa tusuk di bagian perut. Ironinya, tersangka penusukan adalah sang istri AEA alias Erni.

Saat ini Erni sudah ditahan Polres Kolut. Kapolres Kolut, AKBP Bambang Satriawan menjelaskan, penetapan AEA sebagai tersangka usai menerima hasil otopsi jenazah Musakkir oleh tim ahli forensik pukul 06.00 Wita, Kamis (19/10) serta berdasarkan keterangan beberapa saksi.

Hasil otopsi, di perut korban sebelah kanan atas menganga akibat luka tusukan benda tajam, berupa pisau buah sedalam 4,1 cm dan mengenai hatinya.

Akibat luka itu, Ketua DPD PDIP Kolut itu mengalami pendarahan hebat dan kehilangan darah sebanyak 700 cc.

“Saat ini tersangka sudah ditahan. Kami ingin mendalami lebih jauh soal motif pelaku sehingga nekat membunuh suaminya,” jelasnya.

Ada beberapa saksi yang dimintai keterangan soal kasus itu, yakni dua petugas Pol PP yang berjaga di rumah jabatan (rujab) Musakkir, sopir dan seorang dokter RS Djafar Harun. Termasuk sang istri yang kemudian dinaikan statusnya jadi tersangka.

Aparat telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau, pakaian korban yang berlumuran darah hingga mensterilkan rujab Musakkir dengan memasangi garis polisi. Saat Kendari Pos (Gorontalo Post grup) menyambangi rujab tersebut semua terkunci rapat tanpa ada yang diperbolehkan melintas.

Informasi yang dirangkum, sebelum terjadi penikaman dikabarkan bila Musakkir dan Erni sempat cekcok. Ditengarai percekcokan itu dipicu oleh masalah internal rumah tangga. Khusunya terkait permasalahan orang ketiga. Sehingga Erni yang tercatat sebagai oknum Kepala Bagian di Dinas Kesehatan Kolut terbakar cemburu dan naik pitam.

Di saat sedang cekcok, Erni lantas gelap mata. Ia pun menusuk pisau dapur yang dipegangnya ke arah perut Musakkir. Ayah lima anak itu lantas jatuh bersimbah darah.

Musakkir mengalami kritis dan dirujuk ke BLUD RSUD Djafar Harun Kolut sekira pukul 11.00 Wita, Selasa (17/10). Namun melihat kondisinya, pihak rumah sakit “angkat tangan” alias tidak mampu menanganinya, sehingga dirujuk ke RS Benyamin Guluh Kolaka.

Pihak BLUD Djafar Harun menjelaskan, diagnosa terakhir, almarhum mengalami Cardiac Arrest atau gagal jantung.

Di RSUD Benyamin Guluh Kolaka, nasibnya tidak lebih baik. Sekitar 4 jam dirawat, Ketua DPD PDIP Kolaka ini menghembuskan nafas terakhirnya. Tidak ada pihak RS yang mau memberikan keterangan menyangkut kondisi Korban. Keluarga dan dokter merahasiakan penyebab kematiannya.

Dokter Ahli Bedah Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka, dr Muhammad Anas, Sp.B mengungkapkan, Muzakkir datang ke RSBG sekira pukul 12.30 Wita dan langsung mendapatkan perawatan di ruang ICU. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar 16.45 WITA.

“Jadi sebelum Muzakkir diantar ke RSBG, pada malam harinya saya dihubungi oleh pihak Rumah Sakit Djafar Harun di Kolaka Utara bahwa pasien akan dirujuk ke Kolaka. Jadi saya persilahkan untuk dirujuk ke RSBG, karena kalau dirujuk ke rumah sakit di Makassar itu jaraknya terlalu jauh,” jelasnya, kemarin.

Jenazah Musakkir diboyong pihak keluarga di kampung halamannya di Desa Maroko Kecamatan Rante Angin, Kolut. Sembari menunggu kerabat dan keluarga korban, Musakkir di SALATKAN di Masjid Nurul Hidayah. Alamrhum dilepas di rumah duka di Dusun II Maroko sekira pukul 16.27 Wita.

Kakak Musakkir, Haedirman Sarira tak mampu menahan tangis. Dengan nada tinggi dan terbata-bata, memohon kepada semua yang hadir untuk memaafkan adiknya jika selama hidup lakukan kesalahan. “Adik saya sudah beberapa kali menghadapi percobaan pembunuhan dari istrinya itu,” katanya penuh emosi.

Secara pribadi, dia minta agar AEA diproses dan dihukum setimpal.

“saya imbau keluarga besar, jangan coba main hakim sendiri. Mari percayakan pada penegak hukum,” ucapnya sambil menghapus air matanya. Jenazah Musakkir dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Salurengko, Kolut. (jpg)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →