Cerita Memilukan Mawar, Korban Perkosaan 4 Pria di Tempat Kos

TERSANGKA - Medi dan Agus dua pelaku dugaan pemerkosaan remaja 14 tahun mempertanggungjawabkan perbuatanya di Mapolsek Tapa, Kabupaten Bone Bolango. (Foto dok Gorontalo Post)

Kasus pemerkosaan seorang remaja putri 14 tahun asal Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo menggegerkan banyak pihak. Mawar (samaran,red) yang menjadi korban perkosaan empat lelaki bejat, kini harus menanggung malu. Bahkan kabarnya, Mawar diungsikan keluarganya dari kampungnya di salah satu tempat di Kabupaten Bone Bolango untuk menghindari bully dari masyarakat setempat.

SEBUAH rumah sederhana, terbuat dari pitate di dekat pantai di Desa Bongo nampak sepi. Hanya ada seorang wanita baya. Senyumnya langsung mengembang, ketika Gorontalo Post (grup Hargo.co.id) menyambanginya (7/2) kemarin. Namanya RI (inisial,red).

Ketika itu ia langsung meletakkan ikan yang sedang ia bersihkan untuk dimasak dan melayani kunjungan Gorontalo Post. “Ada apa ?,”ucapnya ramah.

Setelah memberitahukan maksud kunjungan Gorontalo Post, wanita yang mengenakan kaos oblong putih langsung mempersilahkan duduk di kursi plastik hijau di dalam rumah sederhana itu. Kursi plastik dua buah tanpa meja itu nampak kusam, padahal itu adalah kursi untuk para tamu berkunjung.

Di ruang tamu rumah pitate itu tak ada barang mewah, sampah juga berserakan dimana-mana. Di dinding rumah, terdapat kalender pembangunan dengan dengan gambar Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim. Lantainya cor kasar.

RI meninggalkan ikan yang ia bersihkan tadi dan memilih berbincang dengan koran ini. Ibu RI tampak lesu ketika disinggung soal keberadaan anaknya, Mawar yang digarap empat pria bejat di kos-kosan di Desa Ayula Sejahtera, Kecamatan Tapa, beberapa hari lalu.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →