Dalam Sepekan, Paguyaman Langka Elpiji 3 Kg

KEKOSONGAN pasokan elpiji di beberapa kios pengecer yang terpantau Gorontalo Post kemarin.

Hargo.co.id Gorontalo – Sudah sepekan terakhir, warga di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo harus berkeliling jauh untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (Kg). Kondisi itu dipicu oleh minimnya stok elpiji di tingkat pangkalan/pedagang pengecer. Sehingga keberadaan stok tersebut tak sebanding dengan permintaan/kebutuhan masyarakat.

Warga Paguyaman Syarifah Usman mengemukakan, dirinya harus adu cepat dengan warga lainnya untuk mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Pasalnya, stok yang dikirim oleh agen ke pangkalan yang ada di Paguyaman tak bertahan lama. “Rata-rata tak sampai satu hari, begitu stok tiba di kios-kios pengecer sudah langsung habis. Kami juga heran kenapa bisa sampai langka begini,” kata Syarifah.

Ibu rumah tangga tersebut mengaku, untungnya kelangkaan yang ada tersebut tak dibarengi dengan kenaikan harga jual. “Di tingkat pangkalan maupun kios pengecer harganya tetap. Cuman yang jadi permasalahan kami harus mencari sampai di kecamatan lain,” ungkapnya sembari berharap instansi teknis bisa turun tangan mengatasi persoalan tersebut.

Terpisah salah seorang pengecer elpiji 3 Kg mengaku penyaluran stok elpiji, pihaknya mendapatkan jatah 35 tabung sekali penyaluran. “Yang jelas jumlah pasokan tersebut sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan elpiji di masyarakat sehingga wajar jika kemudian banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya kelangkaan elpiji,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi itu turut dipengaruhi oleh jadwal distribusi/penyaluran yang tak tetap. Alhasil, pihaknya sempat kewalahan menjelaskan kepada pembeli.

“Jangan sampai kami di pihak kios pengecer malah akan diduga melakukan penimbunan padahal kondisi di lapangan memang terjadi kelangkaan stok, ” tandasnya. (gip/hg)