Dana Desa Naik Jadi Rp 540 Miliar

Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Naiknya alokasi kucuran belanja transfer daerah ke Gorontalo juga turut dipengaruhi oleh naiknya alokasi dana desa. Ya, kucuran dana desa untuk Gorontalo pada tahun 2018 nanti sebesar Rp 540,59 Miliar. Jumlah itu naik Rp 26,63 Miliar jika dibandingkan dengan alokasi dana desa tahun 2017 sebesar Rp 513,96 Miliar.

“Dari skala presentase, secara keseluruhan kenaikannya sebesar 5,18 persen,” ungkap Kakanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, Ismed Saputra, bersama Kabid Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II, Didik Ariwibawa, melalui Kepala Seksi PPA IIC, Juanda, belum lama ini.

Juanda mengatakan, alokasi dana desa itu diperuntukkan bagi 657 desa se-Provinsi Gorontalo. Ketambahan kucuran dana desa tersebut merupakan sebuah perhatian serius dari dari pemerintah pusat, “Luas wilayah Gorontalo yang didominasi oleh wilayah perdesaan telah mendapat perhatian serius dengan meningkatnya jumlah dana desa tahun 2018 nanti,” terang Juanda.

Dari kucuran dana tersebut tersebut, pemerintah daerah yang mendapatkan alokasi peningkatan tertinggi diraih oleh Kabupaten Gorontalo. Kata Juanda, alokasi dana desa untuk daerah yang dipimpin oleh Bupati Nelson Pomalingo tersebut sebesar Rp 175,04 Miliar, meningkat 16,79 persen atau Rp 25,17 Miliar bila dibandingkan kucuran dana desa tahun 2017.

Selanjutnya, posisi dana desa tertinggi kedua diraih oleh Kabupaten Boalemo. Alokasi dana untuk daerah yang dipimpin Bupati Darwis Moridu itu sebesar Rp 73,01 Miliar, meningkat 10,31 persen atau naik Rp 6,82 Miliar bila dibandingkan kucuran dana desa tahun 2017. Kemudian Kabupaten Bone Bolango juga mengalami kenaikan sebesar Rp 124,55 Miliar, meningkat 1,81 persen atau Rp 2,21 Miliar bila dibandingkan tahun 2017. “Peningkatan dana desa dapat dikatakan bahwa kinerja daerah tersebut terhadap dana desa mulai membaik,” tambah Juanda.

Namun sayangnya, peningkatan kucuran dana tersebut tidak dirasakan oleh semua pemda di Gorontalo. Tercatat, ada juga yang mengalami penurunan, diantaranya Pemda Gorontalo Utara (Gorut).

Alokasi dana untuk daerah yang dipimpin oleh Bupati Indra Yasin ini sebesar Rp 88,85 Miliar, turun 6,77 persen atau Rp 6,45 Miliar dibandingkan tahun 2017.

Selanjutnya adalah Kabupaten Pohuwato juga mengalami penurunan. Alokasi dana desa sebesar Rp 79,15 Miliar, turun 1,39 persen atau Rp 1,12 Miliar jika dibandingkan dengan Tahun 2017.

Dikatakan Juanda, dalam pengalokasian dana desa formula sudah dibuat semakin fokus dalam rangka pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan geografis, melalui pemberian afirmasi kepada desa tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi, penurunan porsi alokasi yang dibagi merata dan peningkatan alokasi formula, serta pemeberian bobot yang lebih besar kepada jumlah penduduk miskin.

“Semoga kinerja pemda dapat meningkat di tahun depan sehingga alokasi anggaran dapat meningkat juga. Hal ini senada dengan kebijakan penyaluran belanja transfer ke daerah dan dana desa dengan menggunakan basis kinerja,” pungkas Juanda.(axl/hg)