Dari Kasus Pembunuhan di Tibawa, Polisi Gelar Rekonstruksi

Tersangka Pembunuhan saat memperagakan adegan pembunuhan yang dilakukannya dalam proses reka ulang yang digelar Polsek Tibawa, (Foto: Roy Gobel/Hargo)

Hargo.co.id, Tibawa – Kasus Pembunuhan yang dilakukan Slamet, Warga Madium terhadap Hadijah Tabuan warga Desa Panasakan, Kabupaten Toli-toli, Sulawesi Tengah, di Kecamatan Tibawa pada (17/10) lalu, memasuki babak baru. Kepolisian Sektor (Polsek) Tibawa yang menangani kasus ini akhirnya menggelar Rekonstruksi (reka ulang) di lokasi pembunuhan, pada Senin, (13/11)

Pantauan Hargo, Rekonstruksi yang berlangsung selama satu jam itu, menghadirkan tersangka utama yakni Slamet serta salah satu pengemudi bentor yang merupakan saksi dari peristiwa itu.

Dalam reka ulang yang terdiri dari 44 adegan ini, diawali ketika dua pasangan beda usia ini menginap disalah satu penginapan yang ada disekitar Bandara Jalaludin,Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Kemudian pada malam peristiwa pembunuhan ini terjadi, keduanya keluar dari penginapan dan berjalan menuju arah bundaran dengan berjalan kaki hingga kearah jalan GOR.

Ditengah perjalanan keduanya sem

Dalam reke ulang terlihat, pelaku meletakkan korban ke dalam saluran air. ( Foto; Roy Gobel/hargo

pat adu mulut, hingga pada adegan 12, tersangka yang kesal dengan omelan korban, akhirnya menampar korban hingga korban terjatuh, selanjutnya tersangka kembali mengangkat korban lalu membanting korban dengan cara membenturkan kepala korban di aspal sebanyak dua kali. Akibatnya korban akhirnya meninggal dunia.

 

Melihat korban meninggal, tersangka kemudian mengangkat dan membawa korban kearah selokan air yang berada tak jauh dari lokasi tersebut, dan meninggalkan korban tergeletak didalam saluran air. Tersangka kemudian meninggalkan lokasi dan kembali kepenginapan sekitar pukul 04.00 dinihari.

Salah satu saksi mata yang juga merupakan abang bentor sempat melihat tersangka yang kembali kepenginapan dengan kondisi berlumuran lumpur, lalu tersangka mendatangi saksi untuk meminta diantarkan ke terminal Tibawa, namun saat menuju terminal tersangka meminta saksi untuk berhenti di jembatan dan korban kemudian turun kearah bawah jembatan dan membuang sebuah bungkusan.

Kapolsek Tibawa, Harisno Pakaya kepada awak media menjelaskan, selama proses rekonstrusi berlangsung selama satu jam itu, tidak ada kendala yang dihadapi, semua berlangsung berkat dukungan dari polres Gorontalo serta disaksikan langsung oleh pihak Kejaksaan Negeri Limboto, dan juga kuasa hukum.

” Proses rekonstruksi ini berlangsung lancar dan aman, dan kesemuanya ada 44 adegang sesuai kronologis kejadian. Ini juga berkat dukungan sepenuhnya dari anggota Polres Gorontalo.” Ujar Harisno.

Harisno menambahkan, dalam rekonstruksi tersebut, terdapat beberapa adegan yang menggambarkan perilaku tersangka yang menyebabkan korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

” Dari semua adegan, diantara adegan 8,9 dan 10 yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia.” tambah Harisno.
Dirinya juga menjelaskan, akibat perbuatannya,tersangka dijerat dengan pasal 338 Subsider 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Terpisah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Limboto, Chairul Mokoginta saat diwawancarai belum banyak memberikan tanggapannya terkait perkara pembunuhan tersebut. Ia mengatakan sejauh ini, pihaknya masih sebatas melakukan koordinasi terkait pelaksanaan rekonstrusi, selain itu kasus ini juga masih sementara ditangani oleh Polsek Tibawa dan belum sepenuhnya diserahkan kepihak kejaksaan.

” Kami selaku JPU yang ditunjuk, langsung berkoordinasi dengan Polsek Tibawa dalam rangka rekon yang dilaksanakan pada hari ini, dan dalam rekon kali ini ada beberapa hal yang kami amati dan cermati sehingga nantinya akan kami jadikan suatu hal untuk pelajari, sehubungan dengan persiapan kami untuk mendalami berkas perkara yang dilimpahkan Polsek Tibawa.” Ujarnya.

Sementara itu ratusan warga yang ada disekitar lokasi kejadian turut serta menyaksikan berlangsungnya proses reka ulang. Antusias warga mulai terlihat saat rombongan kepolisian yang membawa tersangka tiba dilokasi kejadian. Bahkan saat tersangka mulai memperagakan adegan yang membuat korban meninggal, terdengar teriakan para warga. Namun kehadiran warga tersebut tidak mengganggu jalannya proses rekonstruksi. (rg/hargo)