DAS Taluduyunu Tak Steril Lagi, Pipa PDAM Tergerus Aktivitas Pertambangan Masyarakat

Petugas PDAM, yang sedang berupaya memperbaiki sambungan pipa yang putus, di DAS Taluduyunu, Kecamatan Buntulia.

BUNTULIA, Hargo.co.id – Penyaluran air terhadap ribuan pelanggan PDAM Kabupaten Pohuwato rupanya masih kurang maksimal. Sering kali, para pelanggan mengeluhkan sering putusnya air PDAM yang merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari ini, dan hal ini pun terus berlanjut hingga dengan saat ini.

Penyebabnya pun merupakan permasalahan yang sering kali terjadi, yakni putusnya sambungan pipa PDAM yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Taluduyunu, Kecamatan Buntulia. Dimana hal ini sudah menjadi permasalahan yang hampir setiap harinya dihadapi oleh PDAM.

Bagaimana tidak, keberadaan Pipa PDAM di DAS Taluduyunu kini tak lagi aman karena maraknya aktivitas pertambangan emas masyarakat di wilayah tersebut.

Kondisi pinggiran sungai yang merupakan tempat ditanamnya Pipa PDAM, semakin hari semakin tergerus oleh aktivitas pertambangan tersebut. Olehnya, posisi Pipa-pipa yang sebelumnya berada di dalam tanah, kini telah berada di atas permukaan tanah.

Tak hanya itu, daratan yang berada di pinggiran sungai, tempat pipa-pipa ini, kini telah dialiri air sungai. Olehnya, jika volume air sungai naik secara drastis, pipa PDAM pun tak berdaya diterpa derasnya aliran sungai hingga akhirnya sambungannya pun terputus.

Pantauan Gorontalo Post, di wilayah DAS Taluduyunu, nampak bagaikan sebuah padang pasir akibat tingginya sedimentasi yang berasal dari aktivitas pertambangan tradisional. Para penambang yang menempati sepanjang aliran sungai tersebut terlihat terus melakukan aktivitas yang merupakan sumber mata pencaharian mereka itu.

Kondisi wilayah sungai yang sebagian besarnya terdiri dari material tanah dan pasir ini terlihat sudah sangat melebar akibat terus tergerusnya wilayah daratan pada pinggiran sungai. Tak hanya itu, kondisi air sungai juga sudah sangat keruh karena tercampur dengan material dan bahan-bahan yang digunakan oleh para penambang.

Di tengah kondisi tersebut, para petugas PDAM melakukan perbaikan saluran Pipa yang putus. Dimana putusnya saluran pipa tersebut berdampak pada penyaluran air pada lebih dari 2.000 pelanggan PDAM yang ada di Kabupaten Pohuwato.

Olehnya, hampir setiap hari pun pihak PDAM terus melakukan perbaikan pipa pada wilayah DAS Taluduyunu lokasinya harus ditempuh dengan mendaki gunung dan berjalan kaki menyusuri sungai.

Direktur PDAM Kabupaten Pohuwato, Khairudin Usman, saat diwawancarai Gorontalo Post, mengatakan, permasalahan putusnya sambungan pipa PDAM di wilayah DAS Taluduyunu ini akan terus terjadi selama aktivitas pertambangan masyarakat di wilayah tersebut tak kunjung berakhir.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari BWS, BapeDAS, dan DPRD Pohuwato terkait dengan permasalahan ini. Karena kami tidak memiliki kewenangan untuk menangani para penambang yang berada di wilayah DAS Taluduyunu,” ujarnya.

Dirinya berharap agar para penambang tersebut pindah agar kondisi DAS Taluduyunu kembali steril dan aman untuk pipa PDAM yang berada di sekitar wilayah tersebut. “Mengingat, air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pohuwato yang sangat bergantung pada pelayanan PDAM Kabupaten Pohuwato,” tambahnya.(tr-55/hg)