Demo Tolak PLTS Bukan Warga Molowahu

ilustrasi

Hargo.co.id Gorontalo – Unjuk rasa di gedung DPRD dan kantor Bupati Gorontalo yang mengatasnamakan warga Molowahu yang menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dibantah keras oleh kepala desa. Bahkan, dengan tegas Kades Molowahu mengatakan bahwa yang menolak pembangunan PLTS tersebut bukanlah warga asli Molowahu.

“Saya kaget mendapatkan informasi ini. Makanya saya langsung krosscek kepada masyarakat, apa betul aksi di DPRD kemarin mereka menolak pembangunan PLTS.

Ternyata itu tidak benar. Yang benar adalah, masyarakat hanya ingin menuntut kapan pelepasan lahan HGU (hak guna usaha) yang sudah digarap puluhan tahun. Jadi tidak ada hubungannya dengan PLTS,” tegas Kades Molowahu, Taufikul Rahman, kepada Gorontalo Post, belum lama ini.

Menurut Taufikul, warga yang ada di desanya sangat membutuhkan PLTS tersebut. Selain memberi manfaat, juga dapat menyerap tenaga kerja lokal, terutama di desanya.

Olehnya, tidak ada satupun warga Molowahu yang bakal menolak kehadiran PLTS. “Rencana pembangunan PLTS ini sudah disetujui oleh warga,” tegasnya.

Olehnya, Taufikul membantah keterlibatan warganya dalam aksi tersebut, karena massa aksi yang mengatasnamakan dirinya sebagai warga Molowahu hanyalah oknum-oknum yang mengaku sebagai warga Desa Molowahu dan mungkin memiliki maksud-maksud tertentu yang hanya akan menguntungkan oknum tersebut. “Jadi saya sampaikan, untuk oknum-oknum yang menolak pembangunan PLTS hanyalah mereka yang mengaku sebagai warga Desa Molowahu, karena mereka bukan warga Molowahu,” pungkasnya.(tr-56/hg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *