Depok Rawan Penipuan Haji, Kemenag Diminta Turun ke Lapangan

ilustrasi Jamaah Haji dok: JPNN.COM

Hargo.co.id DEPOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mendesak Kementerian Agama (Kemenag) segera turun ke kota ini untuk mengantisipasi aksi penipuan penyelenggaraan haji.

Penyebabnya, Depok sangat rentan dengan kasus penipuan naik haji yang berkedok biro keberangkatan haji. Bahkan, dari sejumlah kasus yang terjadi setiap tahun kantor biro perjalanan ibadah itu berada di kota penyanggah ini.

Ketua MUI Kota Depok, Dimyati Badruzaman menyatakan, bahwa Kemenag harus segera terun ke lapangan untuk mencegah dan menertibkan penyelenggara maupun lembaga umrah yang terindikasi melakukan penipuan.

Apalagi, Depok merupakan wilayah yang sangat rentan dan subur dengan aksi yang berkedok biro keberangkatan haji murah yang sangat diminati masyarakat.

”Depok dan beberapa daerah lain sangat rawan dengan penipuan, sehingga harus diantisipasi. Bisa berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mendata biro keberangkatan yang sah, agar para jamaahnya tidak ditelantarkan setelah uangnya diambil,” katanya kepada INDOPOS, saat dikonfirmasi, kemarin (16/2).

Lebih jauh, Dimyati mengungkapkan, dalam kurun waktu tiga tahun yakni 2012 sampai 2014 saja kasus penelantaran jamaah haji dari sejumlah biro keberangkatan yang ada di Depok telah terjadi.Korban dari aksi penipuan biro illegal ini mencapai 3.000 calon jamaah dengan nilai uang yang dibawa lari mencapai Rp 500 miliar.