Desain Gedung Menentukan Kesuksesan Pemadaman Api

0
TIDAK TERSELAMATKAN: Api dengan cepat melahap gedung apartemen di London, Inggris, ini. (Reuters)

Hargo.co.id – Pemandangan tower berlantai 24 di London yang dilalap api mengguncang Inggris. Namun, kasus kebakaran yang melibatkan gedung tinggi juga pernah terjadi di belahan bumi yang lain. Lantas, apa yang bisa kita pelajari dari kasus kebakaran hebat terkini tersebut?

Dipaparkan mantan pemadam kebakaran yang menjadi konsultan keamanan, Bob Parkin, tim PMK biasanya akan memulai penyelamatan sekitar dua lantai di bawah sumber api.

Itu dilakukan untuk membuat titik control sehingga personel PMK yang bertugas bisa tercatat dan yang paling krusial, mereka memiliki ruang untuk memastikan berapa lama mereka bisa berada di kawasan yang penuh dengan asap.

Waktu yang dihabiskan masing-masing personel PMK saat memadamkan api bergantung pada banyaknya udara yang tersedia. Begitu titik kontrol dipastikan, fokus kemudian adalah menyelamatkan orang bila masih ada di dalam gedung. Itu adalah prioritas dibandingkan memadamkan api itu sendiri.

 Demi menyelamatkan orang, personel PMK akan membawa perangkat yang juga terbatas demi memudahkan pergerakan mereka. ”Mereka akan mengambil risiko ketika nyawa seseorang dalam ancaman. Itu sudah pasti,” sambungnya.

Namun, situasi di Grenfell Tower di London, Inggris, sangat berbeda dan sulit. ”Api menyebar sangat cepat dan sepertinya langsung mengambil alih seluruh gedung,” ulasnya. Dan, untuk bisa naik sampai lantai 20 demi menyelamatkan orang dalam situasi seperti itu juga sangat tidak mungkin. Tanpa bantuan udara ekstra untuk mereka yang akan diselamatkan, perjalanan turun dari lantai atas menjadi sangat berbahaya.

Beberapa ahli keamanan kebakaran menduga kalau lapisan dinding gedung tersebut ditengarai sebagai alasan utama mengapa api menyebar sangat cepat. Dan itu membuat tim PMK kesulitan untuk memadamkan api lantai per lantai.

Di Dubai yang salah satu gedung pencakar langitnya baru saja mengalami kebakaran, api juga menyebar sangat cepat karena lapisan dinding tersebut. Tetapi kata Sam Alcock, direktur konsultan kontruksi Tenable Dubai, kebakaran di Dubai tidak menimbulkan korban jiwa.

Pasalnya desain dan konstruksi gedung membuat PMK bisa melawan api. Selain itu, gedung tersebut memiliki zona bebas api dan asap yang bisa dimasukki penghuni saat kebakaran terjadi. ”Api di gedung baru bisa dipadamkan dengan total selama enam sampai tujuh jam.

Namun semua penghuni berhasil di evakuasi dan tidak ada korban jiwa,” kata Alcock. ”Menurut pendapat saya, desain dan konstruksi lah yang bisa menentukan kesuksesan pemadaman api dan menyelamatkan jiwa.”

Penghuni Grenfell Tower sebelumnya diinformasikan untuk tetap berada di dalam unit mereka saat terjadi kebakaran. Ikhwan Razali, ahli api dari Tenable memahami itu. ”Anda bisa menyarankan orang untuk tetap  berada di dalam flat mereka jika Anda punya manajemen pemadaman api yang baik di setiap lantai. Namun di Grenfell, saran itu sepertinya salah,” ulasnya.

Dalam kebakaran gedung pencakar langit, bantuan udara bisa digunakan untuk membantu PMK memadamkan api dari luar gedung. Tetapi, PMK London, hanya punya peralatan yang hanya bisa menjangkau sampai 32 meter saja. Sementara Grenfell Tower lebih tinggi dari itu. (BBC/tia/JPK/hg)