Dewan Direksi 1MDB Mundur, Setelah Keluar Laporan dari PAC

Depan Kantor 1MDB

Hargo.co.id KUALA LUMPUR – Kasus 1Malaysia Development Berhad (1MBD) ibarat pusaran masalah yang tidak kunjung usai. Satu masalah terselesaikan, masalah lain bermunculan.

Kemarin (7/4) Komite Akuntan Publik (PAC) yang dibentuk oleh parlemen Malaysia merilis laporan bahwa 1MDB telah menggunakan anggaran USD 3 miliar (Rp 39,4 triliun) untuk melakukan berbagai pembayaran di luar negeri. Yang menjadi masalah, peruntukan pembayaran tersebut tidak jelas.

Ini adalah kali pertama lembaga di Malaysia menyelidiki kasus yang melibatkan Perdana Menteri (PM) Najib Razak tersebut. Dalam laporan itu dijelaskan, ada anggaran USD 700 juta (Rp 9,2 triliun) yang ditransfer ke rekening perusahaan Good Star Ltd.

Ada juga transaksi USD 300 juta (Rp 3,9 triliun) ke 1MDB Petro Saudi Ltd. Itu adalah perusahaan gabungan yang berdiri di Virgin Island, Inggris.

Selain itu, ada pembayaran senilai miliaran dolar AS ke perusahaan Aabar Investments PJS Ltd pada 2012. Seluruh transaksi itu tanpa persetujuan jajaran direksi 1MDB.

”Beberapa pengeluaran lain mungkin kami tidak tahu. Sebab, kami tidak memiliki laporan transaksi perbankan 1MDB di luar negeri,” ujar Tony Pua, anggota parlemen dari Partai Aksi Demokratik (DAP).

Legislator yang juga menjadi anggota PAC tersebut menegaskan, seharusnya Najib juga dinyatakan bersalah karena manajemen keuangan 1MDB yang buruk itu.