Diduga Stres, Sopir Angkot Gantung Diri

Korban saat dilarikan ke Sakit Aloe Saboe (F.Ronaeld Tine/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Diduga mengalami stres, sopir angkot Rahmat Abdul Rajak (35) warga Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo nekat gantung diri di belakang rumahnya.

Sosok mayat pria lajang ini ditemukan Majid (62) yang merupakan ayah korban Sabtu (06/2).

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup hargo.co.id), mayat Rahmat Abdul ditemukan sekitar pukul 23:20 WITA.

Bermula ketika Majid ayah korban yang saat itu berada di rumahnya, mendengar suara nada dering handphone di bagian belakang rumah.

Meras penasaran, ayah korban pun langsung menuju asal suara nada dering itu yang letaknya di bagian belakang rumah.

Setelah berada di belakang rumah, ternyata Majid melihat anaknya sudah dalam kondisi lehernya tergantung dengan seutas tali di sebuah pohon tepatnya di halaman belakang rumah.

Ayah korban yang sempat meminta pertolongan warga setempat langsung membawa jasad anaknya tersebut ke Rumah Sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo.

Sementara itu Kapolres Gorontalo Kota Rony Yulianto,SH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Indra Dalimunthe, SH SIK ketika di konfirmasi mengungkapkan, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, khususnya terkait penyebab korban gantung diri.

Apalagi kata Indra Dalimunte ditemukan ada SMS korban ke orang tuanya untuk pamit.

“Untuk sementara kita masih menyelidiki dugaan penyebab korban gantung diri. Kita juga sudah melihat dari barang bukti berupa isi SMS korban minta pamit kepada orang tuanya, dan rencananya kami akan memeriksa pacar korban pada Selasa,”tandasnya. (Tr-46/hargo)