Diknas Kabgor Kembali Rombak Formasi

Hargo.co.id, LIMBOTO – Belum genap setahun. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo kembali melakukan perombakan formasi. Sebanyak 19 Koordinator Wilayah, 5 Pengawas dan 45 Kepala Sekolah dilantik, Kamis (4/1).

Berbeda dengan pelantikan sebelum-sebelumnya, yang dilakukan oleh Bupati Gorontalo, pelantikan di aula Kantor Diknas itu dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan DR Lilian Rahman. Menariknya dalam pelantikan tersebut adalah adanya keterlibatan pengawas dan Diknas itu sendiri dalam menentukan siapa yang menempati posisi kepala sekolah. Tentunya dengan berkoodinasi dengan Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) di Pemkab Gorontalo.

“Ini yang selalu saya tekankan otonomi di masing-masing SKPD. Karena yang tahu persis masalah guru dia (Diknas), bukan Baperzakat, bukan bupati. Karena itu Dialah (Diknas) yang kita berikan kepercayaan,” jelas Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Dengan adanya peran penuh Diknas dalam menentukan punggawanya di setiap sekolah, dan melaksanakan pelantikan, juga memberikan dampak positif terhadap peran central kepala Dinas sebagai jenderal di dunia pendidikan Kabupaten Gorontalo.

“Sehingga wibawa Kepala Dinas itu benar-benar baik, saya sebagai bupati hanya mengarahkan saja. Saya ingin menumbuhkan kreatifitas, siapa yang diberikan kepercayaan oleh OPD dia yang bertanggungjawab,” tambahnya lagi.

“Saya tidak mau wewenang diberikan, jadi sewenang-wenang. Artinya (karena diberi wewenang) jadi sembarangan saja memindahkan seseorang, yang tidak didasari analisis yang konfernesif,” tegas Bupati Gorontalo.

Terkait pelaksanaan Mutasi sendiri bagi mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo itu merupakan hal yang biasa disatu pemerintahan atau lingkungan kerja. Sebab selaiin untuk melakukan pemerataan, juga sebagai kesempatan penjenjangan karir. Karena itulah, Nelson berharap amanah yang diberikan kepada para kepala sekolah, pengawas, dan juga koordinator wilayah bisa benar-benar dimanfaatkan untuk bekerja.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Lilian Rahman menegaskan pelantikan tersebut mau tidak mau harus dilakukan, untuk menyesuaikan perubahan nomenklatur yang ada di Dinas Pendidikan saat ini. Dimana sesuai dengan Pemendagri nomor 12 tahun 2017, dimana ada perubahan dari Kepala Cabang Diknas (KCD) Depdagri menjadi Koordinator Wilayah (Korwil). Karena itulah dilakukan perubahan dengan pelantikan kembali.

“Sehingga hari ini mereka ditarik, dan kemudian mereka diberikan tugas tambahan sebagai koordinator dengan tunjangan yang sudah diatur,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lilian Rahman.

Disisi lain untuk pengangkatan kepala sekolah, dikarenakan banyaknya kepala sekolah yang dialihtugaskan sebagai pengawas, serta sudah pensiun. Sehingga dibutuhkan pengisian jabatan yang kosong.

“Untuk mengisi kekosongan ini ita lihat dari guru-guru dan wail kepala sekolah yang berprestasi , sehingga terjadilah pergeseran dan pelantikan kepala sekolah seperti hari ini,” tambahnya.

Di waktu yang sama juga dilantik pula 4 pengawas baru. Ini dilaksanakan guna memenuhi standar pelayanan pendidikan nasional. Pasalnya setelah dikaji, Diknas Pendidikan masih kekurangan 4 orang pengawas untuk 4 mata pelajaran, yakni pengawas seni budaya, pengawas bahasa Indonesia, pengawas bahasa Ingris dan pengawas POJK. (nat)