Dilarang Terlibat Politik Praktis, TNI-Polri Wajib Netral

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Rachmat Fudail saat memberikan penyampaian di hadapan ribuan anggota Polri dan TNI yang telah selesai melaksanakan simulasi pengamanan pemilihan.

KOTA, Hargo.co.id – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan calon walikota dan calon wakil walikota maupun pemilihan calon bupati serta calon wakil bupati, Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol Rahmad Fudail menegaskan kepada seluruh jajaran, baik itu TNI maupun Polri, untuk tetap menjaga netralitasnya.

“Saya jamin Polri akan menjaga netralitas. Namun kalau ada yang berani macam-macam dan ikut terlibat, maka sudah pasti akan ada sanksi tegas yang bakal kami berikan,” tegas Kapolda Brigjen Pol Rachmad Fudail, usai simulasi pengamanan Pilkada di Kota Gorontalo, kemarin, Kamis (8/2).

Khusus untuk Polri, dia selaku menekankan netralitas institusi Tribrata khususnya di wilayah yang akan melaksanakan Pilkada, masing-masing di Polres Gorontalo Kota dan Polres Gorontalo yang menangani wilayah Gorontalo Utara (Gorut).

Mantan Wakapolda Jambi ini juga mengakui bahwa belum lama ini dirinya sudah bertemu dengan Pangdam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito untuk sama-sama menjaga neteralitas dari anggota TNI.

Baik TNI maupun Polri, jika sudah tidak netral lagi, sudah pasti sanksi tegas siap menanti. “Mari kita bangun solidaritas antara TNI dan Polri untuk mengawal demokrasi di daerah ini pada khususnya dan lebih umum lagi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama ini,” pungkasnya.(kif/hg)