Dilema Penentuan Pilihan

Grafis By Tri Nur Istiani/ Zetizen Team

Hargo.co.id, Zetizen-GP-Dalam beberapa kasus setidaknya ada sebagian dari Zetizen Gorontalo pernah mengalami hal ini, penentuan pilihan. Di mana kita diperhadapkan dengan situasi antara mengikuti keinginan kita sendiri atau keinginan orangtua. Misalnya nih saat kita mau lanjut sekolah atau lanjut kuliah, orangtua tentu akan ikut memberikan opsi lain dari padangan mereka. Terus apa yang dirasakan? Bimbang bin dilema, ya kan? Well, enggak jarang konflik berupa perbedaan pendapat pun terjadi.

Walau bagaimana pun orangtua tetap punya andil besar dalam hidup kita. Mereka pasti menginginkan yang terbaik untuk masa depan anak mereka. Bersyukur kalau orangtua Zetizen Gorontalo punya pemikiran sejalan dan mensupport penuh Zetizen Gorontalo dalam menentukan pilihan. Tapi gimana dengan orangtua yang bersebrangan dengan pemikiran kita?

For your information nih Zetizen, sikap orangtua yang membebankan pilihan mereka ke anak akan sangat mempengaruhi bagaimana anak itu bersikap lho! Pembebanan pilihan ini biasanya dikenal dengan sikap ambisius atau otoriter. Orangtua yang bersikap ambisius atau otoriter sudah tentu menginginkan agar keinginan mereka segera dipenuhi tanpa memberikan kesempatan anak mereka untuk memilih. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi masa depan si anak.

Dampaknya apa saja? Yuk simak ulasan berikut ini. Pertama, si anak akan sulit untuk menentukan pilihan dikarenakan terlalu sering dipilihkan oleh orang lain. Hal ini akan meningkatkan sikap ketergantungan dan berkurangnya rasa percaya diri dari si anak.

Kedua, tidak merasa memiliki tanggungjawab. Seharusnya orangtua bisa membelajarkan bagaimana caranya bertanggungjawab, bukan malah membiarkan si anak tumbuh tanpa adanya rasa tanggungjawab, duh!

Ketiga, hidup tidak bahagia. Yap! Karena sedari kecil dibiasakan untuk tidak memperjuangkan pilihan, otomatis hidup si anak hanya tergantung pada apa yang dipilihkan oleh orangtuanya.

Terakhir, level depresi meningkat. Ini dampak yang paling berbahaya karena psikologi dari si anak akan sangat-sangat terganggu akibat sikap ambisius dari orangtua.

Lalu apa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari dampak buruk dari sikap ambisius atau otoriter orangtua? Caranya itu speak up dan selasarkan pemikiran. Speak up-nya jangan pakai nada tinggi, kalau pakai nada tinggi adanya orangtua malah jadi marah besar. Terus jangan lupa untuk selasarkan pemikiran dengan orangtua. (ZT-10/Hargo)

 


Usman Dai
Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo

Masih Belum Puas
Alhamdulillah saya sendiri belum pernah dapat paksaan dari orangtua tentang apa yang harus saya lakukan. Jurusan yang saya ambil saat ini pun memang benar-benar jurusan yang saya sukai, walaupun memang sampai saat ini masih belum puas, karena masih ada target yang belum terwujud. (ZT-11)

 

Sabrina Hayati
Keperawatan Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Pilihan Orang tua yang Terbaik
Sebenarnya saya ingin masuk ke jurusan Matematika, tapi karena orangtua yang meminta,  saya rasa saya harus mengikuti kemauan mereka untuk masuk ke jurusan Keperawatan, karena menurut saya pilihan mereka itu mungkin yang terbaik buat saya. (ZT-11)

 

 

 

 

Nur’ain Dai
DIV-Bidan Pendidik Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Seringkali Menangis
Awalnya aku sama sekali tidak suka dengan jurusan yang aku ambil saat ini, karena jujur ini hanya keinginan orangtua, entah apa alasannya. Bahkan orangtua sempat mengancam tidak akan membiayai ongkos kuliahku jika aku tidak mengikuti apa yang mereka mau. So, mau tidak mau aku harus mengambil jurusan ini, walaupun memang pada awal-awal semester aku seringkali menangis karenanya. (ZT-11)