Dipicu Sakit Hati Masalah Keluarga, Warga Popayato Ini Kritis Kena Tiga Tikaman

Korban penikaman Fedriyanto Lahay, dalam kondisi kritis dan masih dalam penanganan medis Puskesmas Popayato. (foto : Istimewa)

POPAYATO TIMUR Hargo.co.id – Belum lama penikaman di wilayah Bongomeme terjadi. Ujung Barat Gorontalo ikut pula dibuat gempar, Rabu (9/8) malam sekitar pukul 22.30 wita. Itu setelah insiden berdarah di Desa Milongadaa, Popayato Timur, Pohuwato.

Ferdiyanto Lahay (23) warga setempat mengalami kritis setelah ditikam IO alias Irwan (25) juga warga Desa Milongadaa. Akibat tikaman Ferdiyanto mengalami luka di bagian leher dan dada.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (grup hargo.co.id), sebelum kejadian Ferdi sedang duduk santai di halaman rumah Suharto Ahyani, bersama 3 rekannya yakni Andrian Tahir, Herdin Naidi dan Melki Lahili. Mereka asyik mengobrol sambil menikmati pisang goreng.

Tak lama berselang Irwan yang berjalan kaki melintas di depan rumah Suharto. Melki lantas menegur. Teguran itu membuat Irwan berpaling ke arah Melki, Cs. Namun ketika melihat Ferdi yang sedang duduk santai bersama Melki, Andrian dan Herdin, Irwan mendadak emosi.

Ia pun lantas berbalik arah dan menuju ke arah Ferdi. Tanpa banyak kata, Irwan lantas mencabut badik yang tersimpan di pinggangnya. Ia lantas menyerang Ferdi. Melki dan rekan-rekannya yang berada di lokasi tak bisa melerai aksi Irwan. Mereka khawatir akan turut menjadi sasaran dikarenakan Irwan dalam kondisi sangat emosi.

Ferdi pun tersungkur dalam kondisi kritis dengan 3 luka tusuk, masing-masing pada bagian leher 2 tusukan, dan 1 tusukan pada bagian dada. Ferdi langsung dilarikan ke Puskesmas Popayato dengan berlumuran darah. Tak lama kemudian polisi langsung datang ke lokasi dan mengamankan tersangka Irwan bersama badik yang digunakannya tadi.

Kapolres Pohuwato, AKBP Ary Doni Setiawan, saat dikonfirmasi Gorontalo Post  (grup hargo.co.id) membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, jelas Kapolres, kasus tersebut dalam proses penyidikan Polsek Popayato. “Tersangka dan barang bukti telah diamankan, sementara korban masih dalam perawatan di Puskesmas. Saat ini kasus tersebut masih didalami oleh penyidik Polsek,” ujarnya.

Ditanya mengenai motif penyerangan, Kapolres menjelaskan bahwa hal itu dikarenakan Irwan sakit hati dengan Ferdi yang berkaitan erat dengan masalah kehormatan keluarga.
“Karena korban pernah menikahi keluarga tersangka, tapi selesai dinikahi, korban malah meninggalkannya,” pungkasnya.(tr-55/hg)