Ditanya Perempuan Simpanan, Bogem Mentah pun Melayang

Ilustrasi

Hargo.co.id – Di usianya yang mendekati paro baya, sudah sepatutnya Te Akuloh lebih mawas diri dan mampu menahan emosi.

Apalagi terhadap Mawar, yang sudah bertahun-tahun setia mendampingi sebagai seorang istri.

Kalaupun ada masalah, ya dibicarakan baik-baik. Bahkan ibarat pepatah, urusan kamar nggak perlu di bawa ke luar. Artinya, cukup berdua saja, tak perlu banyak orang yang tahu.

Tapi memang dasar Akuloh. Walaupun kepala sudah beruban, emosinya masih saja meledak-ledak. Salah sedikit, Akuloh langsung saja bergaya ala bruce lee.

“Siapa saya sudah tua, saya baru 24 tahun. Ups… 42 tahun,” kilah Akuloh.

Nah lantaran tak pandai mengelola emosi, kini Akuloh harus berhadapan dengan persoalan hukum. Warga Kelurahan Padengo, Kecamatan Kabila, Bone Bolango diadukan oleh Mawar, istrinya sendiri ke Polres Bone Bolango. Pemicunya, Akuloh dituduh melakukan penganiayaan terhadap mawar.

Di hadapan petugas, Mawar lantas menceritakan ihwal kejadian yang menimpa dirinya. Kala itu, Rabu (20/1), Akuloh baru saja tiba di rumah. Mawar yang mengetahui suaminya pulang lantas bertanya, “Dari mana saja, kok hampir seharian nggak pulang rumah?.”.

“Nggak ke mana-mana, hanya di tempat kerja,” jawab Akuloh sembari melepaskan pakaian yang dikenakannya.

Awalnya Mawar tak menaruh curiga atas jawaban yang disampaikan Akuloh. Namun ketika memungut pakaian yang dilepaskan Akuloh, sontak Mawar dibuat terkejut.

“Kok wangi parfumnya beda. Nggak sama dengan yang biasa dipakai?” tanya Mawar.

“Ah sudahlah, nggak usah pikir macam-macam,” ketus Akuloh.

Ya, namanya saja naluri perempuan. Jawaban yang jelas saja masih juga balik bertanya, apalagi jawaban yang kurang memuaskan.

“Jangan-jangan kamu main ke rumah Melati,” tuduh Mawar.

“Siapa bilang?”.

“Ah ngaku aja. Emangnya kurang apa sih aku sama kamu. Tapi kamu kok masih aja lengket ama dia kayak permen karet…,”.

Pllaaakkkk. Tak disangka, bogem mentah mendarat di pipi Mawar. “Khan saya udah bilang, tuh jawabannya,” ucap Akuloh usai mendaratkan tinjunya di wajah Mawar.

Aksi Akuloh tak berhenti di situ saja. Dengan emosi yang meluap-luap, Akuloh kembali melayangkan tinjunya. Kali ini mengenai bagian paha Mawar. Sontak, tangisan Mawar langsung menjadi-jadi.

“Pokoknya dia harus diproses hukum Pak. Saya sudah tak tahan dengan ulahnya,” ujar Mawar di hadapan Polisi.
Ah dasar Akuloh. Emosi ya emosi, tapi jangan main tinju aja…

 

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →