Diterjang Banjir-Longsor, Akses Gorontalo-Buol Sempat Putus 9 Jam

KONDISI Jl Trans Sulawesi di Kecamatan Sumalata, Gorontalo Utara yang menghubungkan Gorontalo -Buol tertutup longsor. Petugas bersama relawan bencana melakukan pembersihan material longsor hngga kemarin. 9 Jam akses ini terputus karena longsor.FOTO FACEBOOK: FADLY ALDY

GORUT, Hargo.co.id – Bencana banjir dan longsor masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara. Setelah sebelumnya beberapa desa di wilayah selatan tepatnya di Kecamatan Atinggola diterjang banjir, kini tiga kecamatan di wilayah barat masing-masing Kecamatan Biau, Tolinggula, dan Sumalata dilanda banjir dan longsor, Sabtu (10/2).

Bencana itu tak hanya merendam rumah warga, tapi juga sempat memutuskan arus transportasi darat yang menghubungkan provinsi Gorontalo dengan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Karena salah satu titik di ruas jalan trans Sulawesi yang berada di Desa Kasia Kecamatan Sumalata tertutup longsor. Jalan yang tertutup longsor panjangnya hingga mencapai 50 meter.

(FOTO : ISTIMEWA)

Longsor terjadi sekitar pukul 17.00 wita pada Sabtu malam. Sejumlah personil TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana dan warga setempat baru berhasil membersihkan material longsor pada Minggu dinihari, sekitar pukul 04.00 wita.

Longsor itu mengakibatkan puluhan kendaraan dari arah berlawanan tapi bisa melintas sampai timbunan longsor berhasil disingkirkan. “Alhamdulillah jalur sudah dapat terbuka, berkat kerjasama TNI, Tagana, BPBD dan masyarakat,” ujar Penasehat Tagana Gorut Rizan Demanto.

Selain longsor, ratusan rumah di sejumlah desa di wilayah barat juga terendam banjir akibat luapan air sungai. Untungnya banjir cepat surut. Data yang diperoleh Tagana Gorut, di Kecamatan Biau terdapat tiga desa yang terkena dampak banjir yakni Desa Didingga, Desa Bualo dan Desa Biau. Di Kecamatan Tolingula, Desa Molangga, dan Desa Tolinggula Tengah. Di Kecamatan Sumalata, Desa Mebongo.

Wakil Bupati Drs.Hi.Roni Imran yang meninjau langsung longsor di Desa Kasia Kecamatan Sumalata, Sabtu (10/2) malam, mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah barat perlu segera dilakukan agar pertumbuhan ekonomi tidak terganggu akibat bencana alam yang sampai memutus akses transportasi.

Wabup juga mengapresiasi tindakan cepat pemerintah desa dipimpin Kepala Desa Kasia, Andri Usu, pihak TNI, Tagana dan BPBD yang membuka longsor, meski menggunakan peralatan manual seadanya.

Menurutnya, jalur barat ini tidak boleh boleh putus. Sebab tidak ada jalan alternatif lainnya. Maka pemerintah daerah akan mempercepat penanganan pasca bencana di wilayah ini. Disamping terus memprioritaskan penguatan infrastruktur.

“Kami himbau masyarakat untuk tetap waspada. Utamanya di titik-titik rawan longsor dan banjir. Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian besar untuk menangani berbagia bencana yang terjadi di daerah,” ujar Roni Imran. (idm/hg)