Dugaan Penganiayaan, Enam Oknum Polisi Segera Jadi Tersangka

Jumpa pers yang dilaksanakan oleh Kapolres Pohuwato, AKBP Ary Donny Setiawan,SIK yang didampingi Kasat Reskrim AKP Dedy Supriyatno,SIK kemarin, di ruangan BID. Humas Polda Gorontalo. (F. Natha/ Gorontalo Post)

GORONTALO, Hargo.co.id – Polres Pohuwato akhirnya menetapkan enam oknum anggotanya sebagai tersangka terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap Abdul Aziz Ismail (28) warga Desa Marisa Selatan, Marisa, Pohuwato, Desember 2017 silam.

“Kasusnya saat ini terus didalami,” ungkap Kapolres Pohuwato, AKBP Ary Donny Setiawan,SIK didampingi Kasat Reskrim. AKP Dedy Supriyatno,SIK usai gelar perkara bersama pejabat Polda Gorontalo, kemarin, Rabu (10/1).

Ary Donny dihadapan sejumlah wartawan menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa kurang lebih 13 orang saksi dan 9 diantaranya adalah anggota Polres Pohuwato. Dari hasil gelar perkara, memang diduga ada tindakan kekerasan yang berlebihan dilakukan oleh oknum anggota Polres Pohuwato. Oleh karena itu, ada enam orang anggota yang sudah diamankan oleh Provos Polres Pohuwato selama kurang lebih sepekan dan akan segera dilakukan penetapan tersangka.

“Saat ini baru selesai gelar dan belum dilakukan penetapan tersangka. Nanti setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap ke enam orang anggota ini, maka langkah selanjutnya adalah penetapan tersangka. Terkait persoalan hukuman kedinasan, itu akan berlanjut setelah proses pidana umum selesai dilaksanakan,” tegasnya.

Ditambahkan pula, pihaknya akan memperdalam perkara tersebut. Mulai dari peran dari masing-masing anggota hingga berapa kali anggota melayangkan pukulan terhadap korban. “Perkara dengan laporan nomor LP/348/XII/2017/Res-Phwt ini, masih dalam proses. Pada intinya, perkara ini akan kami seriusi dan tidak ada tebang pilih,” ujarnya.

Disisi lain, Alumnus Akpol 1996 ini memohonkan maaf atas tindakan anggotanya yang sudah diluar batas tersebut. Atas nama institusi, dirinya memohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat Pohuwato. “Semoga dikemudian hari, hal-hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. Dalam perkara ini pula kami akan profesional dalam penanganan dan tidak akan ada intervensi dari siapapun,” pungkasnya.

Sebelumnya, keluarga dari Abdul Aziz Ismail (28) alias Aziz, warga Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, mendatangi Polres Pohuwato dan melaporkan dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota Polres Pohuwato yang terjadi pada Ahad (31/12) dini hari.

Dengan cepat informasi ini viral di media sosial Facebook setelah keluarga Aziz memposting foto-fotonya dengan sejumlah luka memar di sekujur tubuhnya, postingan tersebut pun mengundang beragam tanggapan dari warganet yang mengharapkan agar kasus tersebut diusut tuntas.(kif/hg)