Dulu Diburu, Sekarang Tabiar

Bongkahan batu akik di Jl. HOS Cokroaminoto, Kelurahan Heledulaa, Kota Timur, Kota Gorontalo. (foto:Rudini/Gorontalo post)

Hargo.co.id GORONTALO – Awal tahun lalu, demam batu akik sempat melanda Gorontalo. Dari orang dewasa hingga kawula muda berburu aneka batu akik. Mulai dari jenis lokalan hingga dari daerah luar.

Giok Huwali (Kota Gorontalo, Bulawa (Bone Bolango) serta Bumela dan Karya Murni (Boalemo) sempat menjadi primadona. Batu akik asli Gorontalo menjadi magnet tersendiri, di samping batuan akik yang sudah tenar seperti Obi, Bacan, Kalimaya maupun Jamrud.

Saking antusiasnya warga berburu batu akik, nilai batu akik itu sendiri melonjak cukup fantastis. Sepotong batu akik (ukuran segenggam orang dewasa yang belum diasah bisa dihargai dari ratusan hingga puluhan juta.

Tak heran demam batu akik yang disertai tawaran harga menggiurkan membuat sebagian warga berbondong-bondong berburu batu akik.

Tanpa memperdulikan keselamatan jiwa, para warga nekat menggali batu akik dengan peralatan seadanya. Yakni berbekal linggis, martil/palu serta cangkul/sekop.