Dulu ditunggalkan, Kini ditinggalkan

Ilustrasi by: Zetizen

Hargo.co.id ZETIZEN,GP- Keberadaan teknologi emang memudahkan beberapa aktivitas yang dulu dilakukan manual. Salah satunya, menulis. Kalau dulu tulisan tangan adalah hal yang sangat penting, terutama untuk para murid, sekarang udah berbeda. Ujian sekolah digantikan dengan CBT (computer based test), catatan pelajaran digantikan dengan foto papan tulis, sampai tugas sekolah pun digantikan dengan hasil print maupun e-mail.

FYI, manusia menulis dengan tangan sejak 3.200 SM loh. Awalnya, tulisan yang dibuat berbentuk piktograf atau simbol-simbol di dinding gua. Pada abad ke-7 SM, simbol-simbol tersebut berkembang menjadi alfabet yang bersifat universal. Dulu, tulisan tangan emang punya peran penting untuk komunikasi, membaca kepribadian, hingga kesenian. Pernah coba tanya mama papamu gimana mereka berkomunikasi sebelum ada telepon? Yap, mereka pasti berkomunikasi lewat surat yang ditulis dengan tangan.

Sayangnya, eksistensi tulisan tangan yang dulu dibutuhkan kian memudar. Adanya laptop, handphone, tablet, serta aplikasi di dalamnya bikin orang lebih nyaman mengetik daripada menulis. Hal itu dibuktikan dengan hasil polling yang dilakukan tim Zetizen.

Sepenting Apa sih?

KALI ini Zetizen mau mengajakmu berpikir kritis nih. Saat pertama masuk bangku sekolah, apa sih yang kali pertama kamu pelajari? Kalau jawabanmu menulis, it means tulisan tangan adalah salah satu faktor penting dalam pembelajaran. Tapi, dengan makin majunya zaman, tulisan tangan justru ditinggalkan dan digantikan dengan ketikan atau foto digital. Nah, kira-kira sepenting apa sih tulisan tangan itu? (may/int/c22/als)

Tingkatkan Kemampuan Otak
’’Menulis itu bukan hanya tangan yang bergerak, tapi otak juga ikut berpikir demi memahami konsep apa yang akan ditulis,’’ ujar Pauline Pantauw MPsi, psikolog klinis. Bukan hanya itu, menulis tangan juga dapat meningkatkan perkembangan neuron di otak, melatih kemampuan koordinasi tangan dan jari, hingga melatih daya ingat.

’’Orang yang terbiasa menulis tangan punya kemampuan persepsi daya ruang yang baik,’’ ujar Syibly Avivy A. Mulachela MPsi CMHA, founder Grafologi Indonesia.

Analisis Karakter dan Bakat
Hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum tulisan tangan benar-benar luntur adalah kegunaanya dalam grafologi. Grafologi merupakan ilmu tentang mendapatkan gambaran soal potensi, bakat, hingga hambatan seseorang melalui analisis tulisan tangan. ’’Grafologi biasanya diaplikasikan dalam rekrutmen perusahaan, penjurusan pendidikan, atau untuk melihat potensi keselarasan seseorang dengan pasangan,’’ ujar Avivy.

Alat Bersosialisasi
Emang sih, medsos bikin proses komunikasi dan sosialisasi jadi lebih mudah dan cepat. Tapi, nggak berarti tulisan tangan kehilangan perannya sebagai alat bersosialisasi. ’’Semakin banyak seseorang menguasai alat komunikasi, semakin mudah dia mengaktualisasikan dirinya dalam bersosial,’’ ujar Avivy. Apalagi, bagi beberapa orang berkebutuhan khusus, menulis bisa jadi satu-satunya alat komunikasi yang dia miliki. So, masih ingin mempertahankan atau meninggalkannya?

 

Dewi Oktavia Ismail
Poltekes Gorontalo

Mudah Mengingat
Tulis tangan menurutku lebih memudahkanku untuk mengingat apa yang aku tulis, karena disamping tangan bekerja, ada otak yang merekam apa yang ditulis. Sebagai mahasiswa kebidanan, aku wajib menulis tangan mengenai tugas kampus yaitu Askeb (Asuhan Kebidanan) hingga berlembar-lembar. Mulai dari Asuhan ibu hamil, ibu bersalin, nifas hingga KB dan masih banyak lagi. Tugas-tugas kuliah tersebut pun membuatku terbiasa menulis dengan tangan hingga sekarang. (ZT-08)

 

Sri Suryaningtiya Ag. Koem
Ilmu Komunikasi, UNG

Lebih Paraktis
Aku sendiri lebih memilih menulis secara digital (menggunakan laptop), karena menulis dengan gaya seperti ini sangat efektif. Selain lebih praktis, menulis secara digital punya keuntungan lain seperti menghemat biaya, tidak menguras tenaga, dan menghemat waktu. (ZT-10)