Durian Sulteng Banjiri Gorontalo

Warga ketika membeli durian yang dijual pedagang di Jalan HB Jasin (Eks Agusalim), Kota Gorontalo. Sebagian besar durian yang dijajakan itu berasal dari Sulawesi Tengah. (Foto Fahrezi Usman/Gorontalo Post)

GORONTALO, Hargo.co.id – Masih seperti tahun tahun sebelumnya. Durian yang dijajakan oleh para pedagang di lapaknya sebagian besar adalah durian dari luar daerah. Dari petani di Gorontalo ada, namun tak banyak.

Sebagaimana data dirangkum Gorontalo Post, dalam sekali pasok, setiap pedagang memperoleh stok durian hingga seribu buah. 65 persen stok dari Sulawesi Tengah (Sulteng) dan 35 persen dari lokal.

Padahal menurut sejumlah warga, dari segi rasa dan kualitas buah, durian lokal lebih enak dibandingkan dengan buah durian dari Sulteng.

“Susah cari buah durian lokal di Gorontalo, misalnya yang dari Taludaa. Nanti pigi di Taludaa baru modapa, kalau di pedagang di kota rata-rata durian dari Sulteng,” kata Memi, salah seorang penikmat buah durian di Kota Gorontalo.

Sementara itu, Ramli, salah seorang pedagang durian di Jalan HB Jassin Kota Gorontalo, mengatakan, saat ini, permintaan buah durian cukup tinggi.

Jika pada awal musim di Desember 2017 dalam dua hari 500 buah durian laku, saat ini, sudah mencapai seribu buah per dua hari. “Kalau di lapak saya, durian yang saya jual dari Sulteng dan Tapa,” ungkapnya.

Harga durian di Kota Gorontalo saat ini dipatok mulai Rp 15-50 ribu per buah, tergantung besarnya buah durian. Sementara untuk durian monthong dipatok Rp 35 ribu per kg.(dan)