Eceng Gondok Sumber Pendapatan Baru

ilustrasi

Hargol.co.id GORONTALO – Masyarakat Gorontalo mulai memanfaatkan eceng gondok sebagai sumber pendapatan baru. Bagi mereka, ini bukan hama tanaman yang merugikan, karena menghambat pertumbuhan tanaman, namun menjadi salah satu bahan yang bermanfaat untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi.

Namun sayang, perajin eceng gondok di Gorontalo masih ada beberapa yang mengaku membutuhkan perthatian pemerintah. Sebab, modal yang mereka miliki begitu terbatas, sementara peluang pasar sangat terbuka luas.

Sebut saja Muchsin, seorang pengumpul dan perajin eceng gondok di Gorontalo. Ia mengaku telah mengolah eceng gondok menjadi barang bernilai yang bisa menjadi sumber pendapatan. Selama beberapa tahun ini, ia telah menikmati hasil dari mengolah eceng gondok.

Eceng gondok yang telah diolahnya banyak diminati oleh perusahaan kerajinan di Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya Manado.

Setiap sepekan, Muchsin bisa menjual seribu meter kepangan eceng gondok yang telah dikeringkan. Dengan harga jual Rp 600 per meternya ke perusahaan. Dalam sebulan, pendapatannya bisa mencapai Rp 2 jutaan.

Sebagai kepala keluarga, ia mengharapkan agar apa yang dia peroleh sekarang dapat dijadikan contoh masyarakat Gorontalo lainnya.

Selain mengubah hama menjadi produk yang cantik, diapun berharap kedepannya masyarakat dapat kreatif dan inovatif dalam mengelola eceng gondok menjadi barang yang mempunyai nilai rupiah.

“Kami juga mengharapkan pemerintah dapat memikirkan nasib kami, setidaknya ada bantuan dana untuk modal, sehingga eceng gondak dapat kita olah sendiri,” ujarnya.(dan/hg)