Ekonomi Gorontalo 2017 Tumbuh 6,74 Persen

Ilustrasi

GORONTALO, Hargo.co.id – Ekonomi Gorontalo sepanjang 2017 tercatat tumbuh 6,74 persen, meningkat jika dibandingkan tahun 2016 yang tercatat 6,52 persen dan tahun 2015 sebesar 6,22 persen.

Pertumbuhan ekonomi Gorontalo 2017 sendiri diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 34.547,56 Miliar dengan PDRB per Kapita mencapai Rp 29,57 Juta atau US$2.209,59.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Gorontalo 2017 didorong oleh sektor pertanian yang meningkat, konstruksi tumbuh, perdagangan tumbuh, serta penyediaan akomodasi dan makanan minum meningkat,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro, pada press confrece di kantornya, kemarin, Senin (5/2).

Lebih rinci, Eko Marsoro menjelaskan bahwa sektor pertanian masih sangat mendominasi terhadap pembentukan PDRB Gorontalo 2017 jika dilihat dari lapangan usaha.

Tercatat, share sektor pertanian sebesar Rp 13,1 Triliun (Rp 13.130,02 Miliar) dari PDRB Gorontalo 2017 sebesar Rp 34,5 Triliun (Rp 34.547,56 Miliar), atau tumbuh sebesar 3,30 persen dari total sumber pertumbuhan PDRB Gorontalo 2017. Dari sisi distribusi lapangan usaha, kontribusi PDRB dari sektor ini pula yang paling dominan, yakni 38,01 persen.

Eko Marsoro menjelaskan, bahwa terjadi peningkatan produksi dari sektor pertanian, utamanya padi dan jagung. Pada 2017, produksi padi Gorontalo mencapai 376 Ribu Ton, meningkat dari tahun 2016 sebesar 344 Ribu Ton.

Sedangkan jagung, produksinya mencapai 1,5 Juta Ton, naik jika dibandingkan tahun 2016 sebesar 911 Ribu Ton. Meningkatnya produksi pertanian ini juga ikut merangsang sektor perdagangan di Gorontalo 2017, “Dari sisi pengeluaran, ekspor antar daerah meningkat seiring meningkatnya produksi jagung,” lanjut Eko.

Selain itu, meningkatnya realisasi belanja modal pemerintah baik dari sisi APBN maupun ABPD juga mendorong tumbuhnya sektor konstruksi di Gorontalo dari sisi produksi.

Bicara dari sisi pengeluaran, Eko Marsoro menjelaskan bahwa, pengeluaran konsumsi rumah tangga juga mengalami pertumbuhan seiring dengan pertumbuhan penduduk di Provinsi Gorontalo, serta meningkatnya volume dari frekwensi konsumsi barang dan jasa berdasarkan komponen Indeks Tendensi Konsumen (ITK).

“Dari PDRB 2017 kita Rp 34,5 Triliun (Rp 34.547,56 Miliar), pengeluaran konsumsi rumah tangga masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Gorontalo 2017, yakni sebesar Rp 21,2 Triliun (Rp 21.222,57 Miliar,” kata Eko.

Dari sisi pengeluaran pula, pertumbuhan juga terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (PKLNPRT) dari Rp 220,43 Miliar pada 2016 menjadi Rp 246,47 Miliar pada 2017, “Ini karena efek Pilkada di beberapa wilayah selama tahun 2017,” ucap Eko.

Masih dari sisi pengeluaran pula, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mengalami pertumbuhan dari Rp 9.715,48 Miliar pada Tahun 2016 menjadi Rp 10.309,60 Miliar pada Tahun 2017. Hal itu dikarenakan belanja modal pemerintah baik yang dibiayai dari APBN maupun APBD selama 2017 tercatat mengalami kenaikan.(axl/hg)