Empat Kecamatan di Kabgor Rawan Banjir Warga Diminta Waspada

Kondisi jalan trans sulawesi Bone Pesisir, Desa Olele, Bone Bolango dipenuhi aliran lumpur saat diguyur hujan. Senin (8/1)

Hargo.co.id– Sesuai ramalan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, curah hujan dengan intesitas tinggi diperkirakan masih akan terus berlangsung di awal tahun 2018. Kondisi ini menjadi ancaman untuk sejumlah daerah yang rawan banjir seperti di Kabupaten Gorontalo. Tercatat ada empat kecamatan yang rawan banjir.

Data BPBD setempat menyebutkan wilayah-wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tilango, Kecamatan Boliyohuto, Kecamatan Tibawa, dan Kecamatan Limboto Barat.
Sebelumnya, di awal pekan ini, banjir sudah terjadi di wilayah Limboto Barat, tepatnya di kawasan Desa Haya-haya. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga ikut menganggu arus lintas di kawasan tersebut. Disamping di Haya-haya, banjir juga terjadi di kawasan Kecamatan Tibawa.

Bahkan banjir di kawasan ini sampai menimbulkan kerusakan jembatan dan bendungan. Dengan melihat kondisi cuaca yang diperkirakan masih akan dilanda hujan lebat, maka tidak menutup kemungkinan bakal terjadi lagi banjir susulan. Karena itu warga yang bermukim di kawasan rawan banjir diminta untuk tetap waspada dan siaga.

Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Husin Deka mengatakan untuk mewaspadai ancaman terjadi banjir, pihaknya akan siaga darurat. Ini dimaksudkan agar jika sewaktu-waktu ada kawasan pemukinan yang diterjang banjir, petugas BPBD dapat cepat beraksi. Husni Deka juga mengimbau agar seluruh warga yang bermukim di daerah rawan banjir agar dapat waspada. “Kita juga meminta partisipasi dari masyarakat dan pemerintah desa agar cepat mengkomunikasikan jika desanya terjadi banjir biar kita bisa segera ambil tindakan,” imbuhunya.

BANJIR BONBOL

Sementara itu hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) berdampak pada terganggunya arus lalu lintas di wilayah tersebut. Di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone bahkan sampai diterjang banjir bandang.

Air yang berasal dari lereng gunung yang di lewati akses tersebut memenuhi seluruh badan jalan sepanjang lebih dari 1 kilometer. Praktis kondisi itu pun membuat akses menuju kawasan Molibagu, Sulawesi Utara (Sulut) tersebut berubah menjadi ekstrim, kemarin, (8/1).

Hujan lebat megguyur wilayah Bone pesisir dimulai sekitar sekitar pukul 14.00 wita. Seperti suasana di hari-hari biasa, meski tidak begitu padat, namun kendaraan lalu lintas yang lalu lalang di kawasan Trans Bone Pesisir cukup banyak. Tepat di areal pegunungan kawasan Desa Olele, Kabila Bone kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati.

Pasalnya situasi jalan begitu membahayakan. Seluruh badan jalan tertutup dengan air yang bercampur longsoran tanah. Selain itu, di satu sisi jalan di apit oleh gunung yang rawan longsor dan jurang terjal, sementara disisi lain situasi jalan sangat licin.

Hasran (38) misalanya, salah seorang warga setempat mengakui, gumpalan lumpur tersebut tidak hanya kali ini saja mengaliri badan jalan tersebut. Menurutnya, disetiap hujan mengguyur wilayah tersebut, air yang berasal dari kereng gunung itu kerap membanjiri badan jalan.” Bahkan sesekali ketika hujan pun tak kunjung redah, tidak hanya cairan lumpur yang turun, longsor sekalipun ikut melanda wilayah tersebut, “ungkapnya.

Sementara secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango, Gagarin Hunawa mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakakukan pemantauan status dilokasi. Namun begitu, pihaknya juga terus siaga dilokasi tersebut ketika terjadi bencana longsong diwilayah tersebut. “singkatnya. (tr-58/tr-54)