Eratkan Persahabatan Melalui Pendakian

Foto By: @nanjak_indonesia @cimymufta

Hargo.co.id, Zetizen-GP “Mendaki bukanlah ritual pembuktian siapa yang kuat dan lemah, tapi sebuah perjalanan menemukan jati diri” -Ken Moko Gunung adalah salah satu dari sekian banyak mahakarya yang diciptakan oleh Dia Sang Maha Kuasa. Tak ayal, banyak manusia yang tergelitik untuk menikmati keindahan ini dengan cara mendaki.

                             Foto by: @nanjak_indonesia, @ayuri.id

Walaupun banyak orang yang suka mendaki, tapi lebih banyak lagi mereka yang lebih memilih diam dan istirahat di rumah. Katanya, “Daripada capek-capek mendaki, lebih baik tidur dirumah”. Yaa, hal ini memang bisa dimaklumi, melihat pendakian itu bukanlah perjalanan mudah. Hoax jika ada orang yang bilang kalau mendaki hanya butuh keberanian. No! keberanian saja tidak cukup dalam sebuah pendakian. Ketika kita memutuskan untuk mendaki, berarti kita harus siap dengan mental dan fisik yang kuat, serta tekad yang mantap.

Banyak yang bilang, “Jika kamu ingin mengenal siapa temanmu sebenarnya, maka bawalah ia mendaki”. Ya, ini benar. Karena ketika mendaki, ketulusanlah yang akan paling diuji.

Lalu, apa manfaat terbesar yang bisa kita rasakan dengan mendaki? Persahabatan. Ya, dengan mendaki, hubungan persahabatan bisa semakin erat. Karena pendakian adalah sebuah petualangan dalam berbagi dan mengikat rasa persahabatan. Kepekaan dan kebutuhan dalam sebuah pendakian pada akhirnya dapat membentuk sebuah ikatan yang kuat.

Foto By: @nanjak_indonesia @sachi_qu

 

Tapi, bagaimana dengan Zetizen Gorontalo? Apakah mereka termasuk kategori orang yang suka mendaki? Simak penuturan mereka berikut ini!! (Hargo/ZT-11)

Dhea Claudia Buhang

Belajar Peduli dari Mendaki 
Aku sangat suka mendaki. Aku sendiri enggak tahu alasannya apa, mungkin karena kemauan hati yang muncul dengan sendirinya. Hal yang aku suka saat mendaki itu suasananya, perjalanannya, kebersamaannya, dan cerita-ceritanya. Manfaat dari mendaki ada banyak, tapi yang paling ngena di diri itu adalah rasa kepedulian. Entah kepedulian terhadap sesama atau terhadap alam. (ZT-10)

 

 

Aslan Akuba

Mengendalikan Sifat Egois 
Menurutku mendaki itu bisa menenangkan pikiran atau istirahat sejenak dari penatnya
urusan-urusan di perkotaan seperti pekerjaan. Selain itu mendaki juga membuatku merasa lebih dekat dekat dengan sang pencipta alam semesta, karena dengan kita bisa melihat betapa indah ciptaan Nya. Mendaki juga memberi banyak manfaat, salah satunya ialah Mengendalikan sifat egois, sebab mendaki itu bukan sekedar menaklukan tingginya gunung tapi menaklukan diri sendiri. (ZT-08)

 

 

Mutahir Ibrahim

Obat Penghilang Penat
Bagiku mendaki itu melatih dan mengajarkan kita untuk tidak menyerah sebelum sampai pada tujuan. Mendaki juga dapat menjadi obat penghilang penat, karena mendaki itu sehat dan tidak perlu biaya banyak, dan sudah pasti asyik tentunya. Mendaki juga bisa memberi kita manfaat karena kita bisa bertemu dengan teman-teman baru. (ZT-08)