Fahri Anggap KPK Jadikan Kematian JM sebagai Ajang Pencitraan

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (JawaPos.com)

Hargo.co.id – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah angkat suara soal kabar kematian Johannes Marliem (JM) yang tiba-tiba menghebohkan di tanah air, Jumat (11/8) malam. Pasalnya, ia disebut-sebut sebagai saksi kunci korupsi e-KTP.

Melalui akun twitter pribadinya, Fahri justru mempertanyakan soal status saksi kunci yang tiba-tiba disandang oleh Johannes Marliem.

Menurut Fahri hal itu aneh lantaran Johannes belum pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dari kasus yang akhirnya membuat Ketua DPR Setya Novanto jadi tersangka.

Johannes Marleim.

Johannes Marleim. (facebook)

“Entah datang darimana seorang yang belum pernah diperiksa jadi kunci. Saya tanya kenapa Anda sebut saksi kunci? Kunci apa yang dia bawa?” cuit Fahri di akun twitternya, Minggu (13/8).

Justru ia menyayangkan adanya eksploitasi kematian Marliem yang dikait-kaitkan dengan kasus e-KTP. Fahri bahkan menilai, kematian penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek e-KTP di Amerika Serikat itu justru akan mengganggu proses penyelesaian kasus e-KTP.

“Jika benar kematian JM ada kaitannya dengan eksploitasi berita secara sepihak, maka ini adalah skandal besar,” tambahnya.

Adapun mengenai kabar bahwa JM meninggal di AS, Fahri mengaku sudah mendapat konfirmasi langsung dari otoritas Indonesia yang secara resmi diberitahu oleh FBI. “Maka selanjutnya ada penyelidikan yang akan panjang. Apalagi jika kasusnya bunuh diri,” ujarnya.

Namun begitu, Fahri menilai bahwa KPK telah menggunakan informasi ini untuk mengangkat citra lembaganya. Utamanya, dalam mencari dukungan untuk penyelesaian kasus e-KTP. “Mereka bilang ‘kami akan lanjutkan’, ini saksi kunci dll,” kesal Fahri.

Malah, ia kemudian mengarahkan kritik pedasnya untuk lembaga antirasuah itu yang begitu mudahnya membocorkan informasi ke luar.

“Jadi ada dugaan kuat bahwa pemeriksaan JM oleh KPK telah dibocorkan kepada sebuah media,” sebutnya.

(dms/JPC/hg)