Gara-Gara Penggusuran, Satpol Nyaris Baku Pukul Dengan Warga

Satpol PP Kabupaten Gorontalo membongkar tempat karaoke dan kafe remang-remang di kawasan Boulevard Bolihuangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kemarin, (6/4). (FOTO : Fahrun/GP)

Hargo.co.id Gorontalo – Pembongkaran 9 bangunan  yang berlokasi di Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo yang telah dijadikan tempat karakoe dan kafe remang-remang akhirnya diwujudkan, Rabu, (6/4) Pantauan yang berhasil didapatkan oleh Gorontalo Post semula prosesnya berjalan lancar hingga tiba pada saat giliran bangunan milik Dunce Minu anggota Satpol PP mendapat perlawanan dari para warga.

Dunce, menjelaskan , bahwa bangunan miliknya tersebut bukan tempat karaoke. “Sebelumnya bangunan tersebut memang tempat karaoke. Namun setelah ada peringatan pemerintah langsung saya bersihkan dan akan dijadikan rumah makan,” kata Dunce.

Namun lanjutnya, setelah hal itu diwujudkan, anggota Satpol PP tetap saja membongkar dinding bagian depan bangunan yang diklaim Dunce sudah menjadi rumah makan itu.
“Saya sudah mengeluarkan ongkos banyak untuk membenahi tempat ini. Agar nantinya juga bisa berguna untuk jualan takzil saat bulan Ramadhan,” jelasnya. Mantan Lurah Bolihuangga Herman mengaku sangat kecewa dengan tindakan Satpol PP. Bahkan ia menuding penertiban Satpol tidak sesuai prosedur.

Begitu pun dengan surat peringatan yang dikirimkan Satpol tidak sesuai dengan mekanisme pelaksaan penertiban bangunan. “Seharusnya yang menyurat itu, camat atau Bupati bila perlu, bukan Satpol. Begitu pun kali ini lihat saja, mereka turun sendiri. Polisi dan TNI tidak ada,” ujarnya.
“Selain itu, ia menuding pembongkaran membabi buta. “Contohnya, bangunan milik Erni yang sejatinya bukan karaoke atau kafe. Mereka membongkarnya hanya lantaran bangunan itu tertutup,” sambungnya.
Hal ini pun dibenarkan Erni. Janda berumur 67 tahun itu mengaku rumah makannya itu sudah ditutup 1 tahun lalu setelah suaminya meninggal dunia. “Untung dalam bangunan saya sudah tidak ada barang-barang lagi karena sudah diangkut anak saya,” katanya.
Erni mengungkapkan bahwa bangunan yang dihantam dengan martil dan linggis oleh Satpol PP itu adalah bangunan yang dibangun Almarhum suaminya dengan susah payah.