Gerakan Sadar Demokrasi 2017

Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Muhammad N Tuli, saat membuka langsung Kursus Kepemiluan Angkatan ke-II dan Gerakan Sadar Demokrasi di Aula Rumah Pintar KPU Provinsi Gorontalo, jumat (11/8) kemarin. (F. Humas KPU/ Gorontalo Post)

Relawan Pemilu Jadi Ujung Tombak Sosialisasi Pemilu

GORONTALO Hargo.co.id – Course) Pengembangan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi, jumat (11/8) di Aula KPU  Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini rencananya akan digelar sebanyak dua hari dan diikuti oleh 30 orang relawan pemilu Provinsi GOrontalo.

Sebagai narasumber dan fasilitator adalah seluruh komisioner KPU Provinsi Gorontalo, dan sejumlah kepala biro di internal KPU Provinsi GOrontalo. Tak hanya itu, rencananya sabtu (12/8) nanti, para peserta juga akan menerima materi dari Komisioner KPU RI.

Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Muhammad N Tuli saat membuka acara ini menekankan pentingnya rakyat berpartisipasi dalam pemilu. Partisipasi politik yang baik seyogyanya didasarkan pada pengetahuan tentang sistem politik, hak-hak politik rakyat, dan kesadaran kritis dalam menggunakan hak politik dan menanggapi seluruh proses dan tahapan pemilu.

“Semakin tinggi tingkat partisipasi politik menandakan bahwa rakyat telah mengikuti dan memahami serta melibatkan diri dalam kegiatan kenegaraan. Sebaliknya semakin rendah partisipasi masyarakat menjadi indikasi minimnya keinginan masyarakat untuk terlibat dalam proses kenegaraan,”ujarnya
Lebih lanjut Muhammad N Tuli mengatakan, kursus kepemiluan menjadi wadah pembelajaran kepemiluan. Masyarakat sebagai pemilih harus mendapatkan informasi dan pengetahuan yang memadai, keterampilan cukup, serta kedasaran kritis saat memanfaatkan hak pilihnya.

Olehnya, Pendidikan pemilih seharusnya tidak dilaksanakan untuk meningkatkan tingginya partisipasi pemilih semata, tetapi juga perlu menumbuhkan pemahaman bahwa proses politik merupakan kegiatan yang baik dan berguna bagi masyarakat.

Lebih lanjut Muhammad N Tuli berharap kedepan peserta dapat memahami mengenai pentingnya pemilu sebagai bentuk kedaulatan rakyat dan juga memahami mengenai prinsip-prinsip pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, serta memahami mengenai penting partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan umum.

Karena menurut Muhammad N Tuli, pemilu yang terpercaya harus berdasarkan pada nila-nilai dan setiap pemilu harus memiliki standard dan prinsip pemilu yang berlaku universal agar penyelenggara pemilu yang bebas dan adil dapat terjamin, karena tidak ada demokrasi tanpa partisipasi. (tr-45/hg)