Gerindra Tak Buka Penjaringan 

KETUA DPD Gerindra Elnino M Husein Mohi, mengikuti pengajian di kantor DPC Gerindra kota Gorontalo. Kamis (13/10). (FOTO : WAWAN GUSASI/GORONTALO POST)

GORONTALO, hargo.co.id – Dukungan partai Gerindra untuk pasangan calon walikota-wakil walikota, Adhan Dambea-Charles Budi Doku (AD-CBD) dipastikan tidak akan berubah lagi. Terbitnya rekomendasi dukungan bagi pasangan AD-CBD di Pilwako Gorontalo 2018 mendatang, tinggal menunggu tuntasnya proses administrasi di DPP Gerindra.

Ketua DPD Gerindra Provinsi Gorontalo Elnino M. Husein Mohi mengatakan, ini yang menjadi alasan Gerindra tak membuka penjaringan calon walikota-wakil walikota seperti yang dilakukan oleh mayoritas partai yang mengoleksi kursi di DPRD Kota Gorontalo.

“Tekad kita sudah bulat yaitu akan mendukung pasangan AD – CBD,” ungkap Elnino yang ditemui usai acara syukuran peresmian kantor DPC Gerindra kota Gorontalo, Kamis (12/10).

Keputusan partai Gerindra mengusung AD-CBD, memang telah berubah dengan komitmen awal partai besutan Prabowo Subianto itu. Bahwa akan memprioritaskan kader untuk diusung ke Pilwako. Karena ada sederet nama kader Gerindra yang potensial untuk didorong dalam pencalonan walikota maupun wakil walikota. Salah satunya adalah Elnino Mohi. Saat sejumlah partai membuka penjaringan calon pada Agustus lalu seperti PAN, Elnino ikut mendaftarkan diri dalam penjaringan calon walikota.

Dalam memutuskan kandidat calon yang akan diusung, PAN melakukan survei terhadap kandidat calon yang ikut penjaringan. Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Elnino Mohi mengalami tren kenaikan. Dimulai dari angka 8 persen, 10 persen hingga 12 persen. Untuk mendorong elektabilitas dalam angka 50-60 persen, Elnino harus lebih masif lagi melakukan sosialisasi ke masyarakat dan membutuhkan biaya politik yang tidak sedikit.

Selain harus menyediakan biaya politik besar untuk mendongkrak hasil survei, Elnino juga harus bisa membawa partai dalam gerbong koalisi. Melihat waktu menuju tahapan pendaftaran calon yang sudah semakin dekat, Elnino merasa hal itu tidak bisa dia penuhi. Kondisi itu kemudian dilaporkan ke DPP Gerindra. Bahwa, kader tidak boleh dipaksakan ikut Pilwako.

“Kita memang selalu mengutamakan kader. Tapi kita juga tidak boleh memaksa. Karena kita ingin menang,” ungkap Elnino.

Karena kader tidak mungkin didorong ke Pilwako, pengurus DPD Gerindra melaporkan gambaran kekuatan politik pilwako, ke DPP. Ada dua figur yang memiliki peluang besar untuk menang yaitu Adhan Dambea dan Marten Taha yang menjadi petahana di Pilwako.

“Dari kedua figur tersebut DPP melihat bahwa peluang pak Adhan lebih besar. Sehingga pada September lalu, Adhan Dambea diundang DPP untuk memaparkan programnya. Setelah itu, DPP langsung memilih Adhan untuk diusung sebagai calon walikota,” ungkap Elnino.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Gorontalo, Onis Jafar menyampaikan , Gerindra sudah siap untuk memenangkan Pilwako 2018 dan Pileg 2019. “Di Pilwako kita target menang, dan Pileg 2019 nanti kita targetkan bisa mendapatkan fraksi utuh. Minimal 3 kursi di DPRD Kota Gorontalo,” pungkasnya. (wan/hargo)