Golkar Ganti Marten, DPD I Tunjuk Plt Ketua DPD II

Ilustrasi gp/atip

Hargo.co.id GORONTALO – Konflik internal partai Golkar Kota Gorontalo akhirnya berdampak pada jabatan ketua ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kota, Marten Taha. Rapat pimpinan harian (Pinhar) DPD I Golkar Provinsi Gorontalo, Selasa (12/9) malam, memutuskan untuk menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo. Dengan begitu, posisi Marten Taha sebagai ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo, diganti.

Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, Rapat Pinhar Golkar dipimpin langsung ketua DPD I Golkar Rusli Habibie, berlangsung di kediaman Rusli Habibie, Jl Akper, Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo.

Dihadiri sejumlah pengurus Golkar, seperti Wakil Ketua DPD I Bidang Bappilu Fikram Salilama, Wakil Ketua Bidang OKK Ghalib Lahidjun, Kun Idrus, Budiyanto Napu, Suharsi Igrisa, Saleh Hemeto, Nikma Tahir, Irvin Nehru dan beberapa kader lain.

Persoalan Golkar di Kota Gorontalo yang terus meruncing menjadi dasar DPD 1 memutuskan untuk mem-Plt-kan Marten Taha. “Jadi, rapat Pinhar tadi (semalam, red), DPD I menurunkan Plt untuk DPD II Golkar Kota.

Ini dalam rangka membangun kembali konsolidasi partai di Kota Gorontalo yang selama ini tidak jalan,”ujar Wakil Ketua OKK Ghalib Lahidjun, kepada Gorontalo Post via seluler, tadi malam.

Hanya saja, siapa kader Golkar yang ditunjuk Plt untuk menggantikan sementara posisi Marten, Ghalib masih enggan membebernya. Menurut Ghalib hal itu masih menjadi konsumsi internal, karena belum ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK).

“Nama (Plt) sudah ada, tapi masih sebatas internal dulu. Karena belum ada SK,”kata Ghalib. Dikatakanya, rapat Pinhar DPD I semalam, akan segara dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta, termasuk meminta persetujuan penunjukan Plt.

“Nama (Plt) juga akan dimintai persetujuan DPP,”ujar Ghalib Lahidjun. Kader beringin muda ini menambahkan, keputusan penunjukan Plt untuk ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo, karena DPD I melihat situasi Golkar Kota Gorontalo yang tidak kondusif karena rekonsiliasi yang buruk.

“Dan ini harus diselamatkan. Karena kita harusnya membangun kekuatan karena sedang mengadapi Pilwako, agenda besar yang harus dimenangkan partai Golkar,”ujar Ghalib.

Penunjukan Plt untuk DPD II Golkar juga kata Ghalib sebagai upaya untuk memerkuat barisan Golkar, sebab kenyataanya terjadi gejolak yang serius ditubuh Golkar Kota Gorontalo.

Menurutnya, digesernya posisi Marten Taha sebagai ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo, tidak akan merugikan Golkar menghadapi momen akbar, Pilwako. “Sangat keliru jika ada yang menganggap penunjukan Plt ini justeru akan melemahkan partai Golkar, justeru ini adalah langkah penyelamatan yang ditempuh DPD I agar Golkar solid, dan memperkuat barisan partai,”jelasnya.

Tugas Plt Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo yang paling utama, kata Ghalib adalah fokus pada merajut kembali seluruh elemen Golkar di Kota Gorontalo, membangun konsolidasi dan rekonsiliasi partai Golkar Kota Gorontalo yang selama ini tidak jalan.

“DPD I mengedepankan kepentingan partai, bagaimana konsolidasi internal jalan,”tandasnya. “Karena desakan lima PK (pimpinan kecamatan) bukan hanya mosi tidak percaya, tapi adalagi penyampaian Musdalub. Ini berarti ada situasi yang tidak kondusif di kota,”tandasnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Marten Taha tak banyak memberikan komentar. Menurutnya keputusan rapat DPD I Partai Golkar Gorontalo itu masih harus dilaporkan ke DPP.

“Ya, harus dilaporkan oleh DPD I Partai Golkar Gorontalo ke DPP. Dan nanti ditunggu persetujuan DPP disetujui atau tidak. Kita tunggu saja,” singkat Marten ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, semalam.

Seperti diketahui, gejolak Golkar Kota Gorontalo mencuat setelah lima (PK) dan sekira 30 PL menyampaikan mosi tidak percaya terhadap ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha. Mosi tidak percaya itu disampaikan ke DPD I Golkar.

Terkait dengan itu, DPD 1 lalu membentuk tim lima untuk mengklarifikasi apa yang dikeluhkan para PK. Hasilnya, Katua DPD II Marten Taha diberikan kesempatan untuk bisa merajut dan konsolidasi seluruh PK. Nampaknya konsolidasi itu tidak jalan. DPD I lantas menetapkan Plt menggantikan Marten Taha. (tro/hg)