Golkar Pecah Tiga Kubu

ILUSTRASI - WALIKOTA Gorontalo Marthen Taha, didampingi oleh pendukungnya, ketika melakukan pendaftaran sebagai bakal calon walikota di partai Golkar Kota Gorontalo yang diterima oleh ketua tim penjaringan Sabri Batalipu bersama anggota. Jumat (11/8).

Eskalasi Penjaringan Pilwako dan Pilbup Gorut Memanas

GORONTALO Hargo.co.id – Menjadi salah satu partai tua di Indonesia yang berdiri sejak 1964, Golkar tentu sudah sangat berpengalaman dalam menjaga keutuhan partai. Dalam setiap momentum politik, baik pemilu maupun pilkada eskalasi internal Golkar selalu mengalami gejolak.

Tapi selama ini, Golkar mampu mengelola gejolak itu untuk menstimulus produktifitas partai dalam mencapai target-target pemenangan.

Pada pemilihan walikota-wakil walikota (Pilwako) Gorontalo 2018, Golkar kembali diuji. Langkah DPP memerintahkan Golkar Kota Gorontalo membuka penjaringan calon secara terbuka, membuat eskalasi internal Golkar memanas. Publik mulai melihat dengan jelas pertarungan kader-kader Golkar dalam merebut rekomendasi DPP. Para kader Golkar yang ingin ikut Pilwako, mulai unjuk kekuatan.

Setelah Golkar Kota Gorontalo membuka penjaringan calon walikota-wakil walikota sejak Rabu (9/8) lalu, mulai terlihat ada tiga kekuatan besar di internal Golkar yang bersaing merebut rekomendasi calon walikota. Kubu pertama dengan jagoan calon walikota Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha. Dia menjadi petahana di Pilwako.

Saat mendatangi kantor DPD II Golkar Kota Gorontalo kemarin, untuk mendaftar sebagai calon walikota, Marten Taha langsung unjuk kekuatan. Marten datang dengan membawa masa yang tergabung dalam Sahabat Marthen Taha dan para kader Golkar.

Marthen diterima oleh ketua tim penjaringan Sabri Batalipu beserta anggota tim. Saat memberikan keterangan pers usai mendaftar, Marten menyatakan sangat yakin akan mendapatkan rekomendasi DPP sebagai calon walikota. “Saya optimis dan yakin seratus persen akan mendapatkan rekomendasi,” kata Marthen Taha, yang disambut dengan antusias oleh para pendukungnya.

Kubu kedua dengan jagoan calon walikota Sekretaris DPD II Golkar Fedriyanto Koniyo. Politisi muda Golkar yang kini menduduki jabatan Ketua DPRD Kota Gorotalo itu juga mendapatkan dukungan dari kader partai. Fedriyanto Koniyo disebut-sebut mendapatkan dukungan lima Pimpinan Kecamatan (PK) dan 36 pimpinan kelurahan (PL).

Fedriyanto direncanakan akan mendaftar sebagai calon walikota pada Sabtu (12/8) hari ini. Ketua PK Sipatana Susanto Liputo mewakili Fedriyanto Koniyo, kemarin telah mengambil formulir pendaftaran didampingi oleh sejumlah kader Golkar lainnya.
“Saya datang mewakili pak Fedriyanto untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai calon walikota. Insya Allah besok (hari ini,red) beliau akan mendaftar ke DPD II Golkar Kota Gorontalo,” kata Susanto Liputo.

Meskipun datang sebagai tim Fedriyanto, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Gorontalo ini, juga akan ikut penjaringan calon wakil walikota. Kemarin dia sudah mengambil formulir pendaftaran. “Saya juga akan mendaftar sebagai calon wakil walikota, Insya Allah besok (hari ini,red),” kata Susanto Liputo.

Kubu ketiga dengan jagoan calon walikota Idah Syaidah yang merupakan isteri Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie yang kini menjabat Gubernur Gorontalo. Pencalonan Idah Syaidah tentunya akan mendapatkan dukungan dari loyalis Rusli Habibie di Kota Gorontalo. Idah rencananya akan mendaftar pada hari ini.

Perebutan rekomendasi calon walikota tak hanya dihiasi oleh wajah-wajah dari internal Golkar. Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Gorontalo Elnino M Husein Mohi, juga akan ikut mendaftar. Tim Elnino center sudah mengambil formulir pendaftaran calon walikota . Rencananya, Elnino akan mendaftar hari ini.

Persaingan Calon Wawali

Panasnya eskalasi penjaringan calon partai Golkar tak hanya terjadi untuk posisi calon papan satu. Persaingan dalam perebutan rekomendasi calon wakil walikota atau papan dua, juga tak kalah seru. Sudah ada beberapa kader Golkar yang mendaftar. Yaitu Fikram Salilama dan Yunus Nusi. Sementara tiga kader lainnya akan menyusul yaitu Riyan Kono, Ali Sucipto Sidiki atau yang akrab disapa dengan Om Pulu Sidiki (OPS), dan Susanto Liputo.

Ada satu nama dari eksternal Golkar yang sudah menyerahkan berkas pendaftaran yaitu ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Gorontalo Erman Latjengke. Saat mendatangi kantor DPD II Golkar kemarin, Wakil ketua DPRD Kota Gorontalo ini datang bersama dengan para pengurus DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan juga fraksi Demokrat DPRD Kota Gorontalo.

Erman menyampaikan, ia mendaftar untuk menindaklanjuti penjaringan yang dilakukan oleh Partai Golkar beberapa waktu lalu. Ketika itu dirinya menjadi salah satu kandidat bursa cawawali Partai Golkar.

“Pendaftaran ini merupakan bentuk keseriusan saya, untuk menyahuti aspirasi kader Golkar. Nama saya masuk bursa cawawali,” kata Erman Latjengke.
Ia juga menambahkan, koalisi Golkar dan Demokrat sudah masuk dalam tahap pembicaraan yang serius.

“Kita sudah pernah melakukan koalisi di pilgub dan menang. Kita juga akan mengulangi kemenangan tersebut di Pilwako,” kata Erman.
Penjaringan calon walikota-wakil walikota Golkar Kota Gorontalo rencananya akan ditutup pada hari ini pukul 16.00 wita.

Golkar Gorut

Memanasnya pertarungan perebutan rekomendasi Golkar untuk posisi calon papan satu tak hanya terjadi untuk Pilwako. Pertarungan sengit juga terjadi untuk pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pillbup) Gorontalo Utara. Ada dua kader yang bersaing memperebutkan rekomendasi partai.

Yaitu pengurus DPD I Golkar yaitu Indra Yasin yang kini menjadi Bupati Gorut. Serta Ketua DPD II Golkar Gorontalo, Thomas Mopili. Kedunya ngotot untuk bisa mendapatkan rekomendasi DPP untuk diusung Golkar sebagai calon Bupati.

Begitu ngototnya kedua figur itu, sampai-sampai dikabarkan upaya mediasi partai sebanyak tiga kali untuk mempertemukan keduanya gagal terwujud. Memanasnya pertarungan sesama kader Golkar di dua pilkada baik Pilwako dan Pilbup Gorut akan menjadi ujian bagi Golkar. Akankah Golkar bisa menjaga tradisinya selama ini sebagai partai yang piawai meredam potensi konflik yang mengarah pada perpecahan partai atau malah sebaliknya. (wan/rmb/hg)

One Comment on “Golkar Pecah Tiga Kubu”

Comments are closed.