Gorontalo KLB DBD, 4 Nyawa di Kota Melayang di Awal Tahun

0
Gorontalo masuk kategori KLB DBD. (ilustrasi)

GORONTALO – Aksi nyata pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menangani kasus demam berdarah dangeu (DBD) sangat dinantikan.

Tidak hanya sekadar rapat serta pertemuan semata. Penanggulangan pada daerah-daerah rawan dan endemis DBD harus dilakukan secara konfrehensif dan terintegrasi. Terlebih di Kota Gorontalo.

Bahkan Gorontalo kini sudah masuk saat ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, 11 daerah KLB DBD ini tersebar di tujuh provinsi.

Ketujuh provinsi tersebut meliputi Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Banten.

Sedangkan 11 kabupaten/kota yang dinyatakan KLB DBD, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Lubuklinggau, Kaimanan, Bulukumba, Pangkep, Luwu Utara, Wajo, Kabupaten Tanggerang, dan Gianyar. Selain itu KLB DBD menghajar Kota Denpasar dan Kota Bengkulu.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi menyebutkan, memperkirakan penderita DBD ini akan terus bertambah. Diperkirakan lonjakannya terjadi pada Maret mendatang.

“KLB DBD baru ditetapkan di tingkat daerah. Secara nasional belum,” ujar Oscar Primadi di Jakarta, Kamis (4/2).

Sementara itu di Kota Gorontalo wabah DBD terus menjangkiti warga. Korban meninggal akibat tertular virus dari nyamuk Aedes aegepty itu juga makin bertambah.