Gorontalo Surplus 170 MW, Tapi Belum Aman dengan Pemadaman

ATASI LISTRIK - Kapal listrik Karadeniz Powership Zeynep Sultan bekapasitas 120 MW di Amurang, Sulut, diresmikan pemanfaatnya pada 30 Januari 2015 oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Pj Gubernur Sulut Sonny Sumarsono di Amurang. Kapal ini mengatasi krisis listrik di Gorontalo dan Sulut. (foto : jitro paputungan / gorontalo post)

Hargo.co.id AMURANG – Kondisi listrik di Gorontalo kini pulih. Bahkan kelebihan (surplus) hingga 170 Megawatt.

Hal ini seiring beroperasinya pembangkit listrik apung pada kapal Marine Vessel Power Plan (MVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan kapasitas 120 MW di Amurang, Sulawesi Utara.

Dan bertambah lagi dengan beroperasinya pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Paguat 100 MW.

Seperti diketahui, total defisit kelistrikan Gorontalo dan Sulut mencapai 50 MW dari beban puncak 250 MW.

Hanya saja, kendati kelebihan tenaga listrik, tapi PLN tidak bisa menjamin bila tidak lagi terjadi pemadaman.

GM PLN Suluttenggo Baringin Nababan pada syukuran pemanfataan MVPP di Amurang, Sabtu (30/1) mengatakan, dari sisi ketersediaan energi listrik, tidak ada alasan lagi bagi PLN untuk melakukan pemadaman bergilir.

Makanya Baringin memastikan pasokan listrik Sulut dan Gorontalo terjamin dan tidak ada lagi pemadaman.

“Itu untuk ketersediaan listrik,”katanya.

Pemadaman akan terjadi jika dilakukan karena terkait persoalan teknis. Misalnya, ada jaringan yang rusak karena bencana alam.

Terkait dengan pengoperasian MVPP, Baringin menjelaskan, kapal listrik buatan Turki itu dikontrak PLN dengan sistem membeli listrik per kilowatt hour(KWH) dari kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan.