Gorontalo Waspada, Teror Bom di Andalas Sempat Hebohkan Warga

0
DIKIRA BOM – Petugas Jihandak Brimob Polda Gorontalo menggeledah isi ransel yang diduga berisi bahan peledak (bom) di Jl. Jhon A. Katili, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Jumat (15/1). Insert : Isi ransel ternyata hanya sejumlah pakaian dan alat kosmetik. (Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Isu bom yang terjadi di Gorontalo, Jumat (15/1) sore menghebohkan seluruh warga Gorontalo.

Khususnya mereka yang tinggal di kawasan jalan Jhon A. Katili (eks jalan Andalas), Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Pasca kejadian bom di Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1), Polda Gorontalo langsung siaga satu untuk mengatisipasi masuknya teroris di wilayah Serambi Madinah ini.

Namun Jumat sore pukul 18.20 WITA di cuaca yang gerimis, warga tiba-tiba geger dengan penemuan tas punggung (ransel) berwarna hitam, yang terletak di depan warung milik Piter Kono.

Penemuan tas hitam yang dikira berisi bom itu berawal ketika Piter membuka warung pukul 16.00 wita. Saat itu piter melihat ada ransel yang diletakkan di kursi di depan warung.

Awalnya, piter mengira ransel tersebut ditinggalkan seseorang karena hendak buang air kecil.
Setelah lama ditunggu, pemilik ransel tak kunjung datang. Piter lantas curiga. Ia mencoba mencari tahuapa isi dari ransel tersebut.

“Pas saat saya buka ternyata di dalam tas terdapat lilitan kabel merah,” ungkap Piter.

Terkejut melihat isi dalam tas, Piter langsung menghubungi Polsek Kota Utara. Piter khawatir tas ransel itu berisi bom atau bahan peledak.

Sekitar pukul 17.00 wita, Ditreskrimum Polda Gorontalo tiba di lokasi. Mengantisipasi kejadian tak diinginkan, petugas lantas melakukan sterilisasi lokasi.

Sterilisasi dipimpin langsung Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Kombes Pol. Azis Saputra. Usai dilakukan sterilisasi tim Jihandak Brimob Polda Gorontalo datang ke lokasi. Kedatangan tim Jihandak menyulut perhatian warga. Para warga lantas memadati seputaran lokasi kejadian. Saking penasarannya warga, ada yang memaksa untuk melihat dari dekat ataupun mengabadikan lewat kamera handphone. Alhasil, petugas terpaksa bekerja ekstra mengimbau sekaligus melarang warga untuk mendekati lokasi.

Proses penggeledahan isi ransel dilakukan sangat hati-hati. Petugas Brimob yang hendak melakukan pemeriksaan ransel harus menggunakan pakaian pelindung bom. Penggeledahan diawali dengan menembakkan alat/bahan pencerai berai paket bom. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan isi ransel. Dan ternyata begitu diperiksa isi ransel berupa sejumlah pakaian pria dan wanita, pakaian dalam wanita, alat kosmetik dan buntelan kabel tembaga.

“Masyarakat tidak perlu takut,karena itu hanya ransel yang berisi pakaian dan tidak ada komponen yang berbahaya dan mengandung bahan peledak,” ujar Dirreskrimum Polda Gorontalo Kombes Pol Azis Saputra. (tr-45/ndi/GPG)