Harga Beras Hanya Turun Tipis

Sejumlah pedagang beras mulai menjual dengan harga Rp 9.500 per liter walaupun masih ada yang bertahan dengan harga Rp 10 Ribu.(alex/gorontalopost)

Hargo.co.id GORONTALO – Sejumlah harga kebutuhan mulai terpantau stabil, kecuali pangan utama yaitu beras. Padahal, Badan Umum Logistik (Bulog) Gorontalo telah menyalurkan beras miskin (raskin) untuk meredam gejolak harga beras di pasaran.

Pantauan Gorontalo Post di pasar tradisional Limboto, Jumat (19/2), sejumlah harga kebutuhan dapur terpantau masih stabil.

Harga bawang merah yang sempat menembus Rp 40 Ribu per kilogram pada dua pekan lalu, kini harganya turun mencapai kisaran Rp 28 Ribu per kilogram. Hal yang sama juga tak jauh berbeda dengan bawang putih.

Sedangkan cabe rawit atau rica, terpantau berada di kisaran Rp 45 Ribu hingga Rp 48 Ribu per kilogram.

Harga ikan segar berupa cakalang, deho, malalugis atau lajang dan ochi yang mendominasi pasar tradisional Limboto sangat terjangkau. Per kilogramnya rata-rata berada di kisaran Rp 15 Ribu.

Sedangkan harga ayam pedaging yang disembelih berada dikisaran Rp 50 Ribu hingga Rp 60 Ribu per ekor, tergantung ukurannya.

Yang masih bertahan adalah harga beras. Rata-rata berada di kisaran Rp 9.500 dan Rp 10 Ribu per liter. Beras yang seharga Rp 10 Ribu berupa pandan wangi, vitaloca, superwin, nurdin dan IR64.