Harga Pangan Terkendali, Garam Masih Tinggi

Rata-rata harga komoditi pangan cenderung menurun, namun tidak dengan harga garam yang semakin naik meski pemerintah telah melakukan impor garam sebanyak 75 Ribu ton dari Australia.

GORONTALO Hargo.co.id – Sejumlah harga pangan di pasar tradisional Limboto relatif terkendali, terutama harga barang pangan yang kerap dianggap sebagai memicu inflasi di Gorontalo, yakni barito (bawang, rica, tomat).

Pantauan Gorontalo Post di pasar tradisional Limboto, kemarin, Jumat (11/8), harga bawang merah dijual berkisar Rp 45 Ribu per Kg. Sedangkan cabe rawit atau rica dijual mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 60 Ribu per Kg. Sedangkan tomat dijual dengan harga Rp 10 Ribu per Kg. Dari pantauan Gorontalo Post pula, harga tersebut sudah bertahan sejak sepekan yang lalu.

Iyam Nasaru, salah seorang pedagang barito di pasar tersebut mengatakan, untuk komoditas barito rata-rata masih aman karena pasokannya saat ini terkendali. Bahkan, ada beberapa komoditi yang bahkan turun seperti gula menjadi Rp 15 Ribu per Kg dan minyak kelapa curah menjadi Rp 12 Ribu per Kg. “Kalau mau dirata-ratakan, agak turun harganya. Ini juga rica saya punya bisa dikasih Rp 55 Ribu per Kg,” ungkap Iyam.

Hal senada juga diungkapkan Kasim Badu, salah seorang pedagang barito lainnya. Menurutnya, pasokan dari petani masih lancar jaya. “Kemarin harga tomat naik, sekarang sudah normal. Mungkin kalau cuaca masih bersahabat, harganya bisa turun lagi,” jelasnya.

Meski demikian, ada komoditi yang masih dianggap mengkhawatirkan, yakni garam. Kemarin, harga garam dijual dengan Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per bungkus dengan ukuran 175 gram. Sementara harga per pak isi 10, dijual hingga Rp 150 Ribu per pak.

“Itu pun masih langka,” kata Kasim. Padahal, lanjut dia, pemerintah sudah mengizinkan impor garam sebanyak 75 Ribu Ton dari Australia, “Saya lihat di berita, kemarin (kamis,red) sudah 25 Ribu Ton yang masuk di pelabuhan Banten. Kapan masuknya ke Gorontalo yah?,” pungkasnya.(axl/hg)