Hasil Drawing Semifinal Liga Champions, Atletico Madrid Lawan Mimpi Buruk

penyerang atletico madrid Antony Griezmann. (dok AFP)

NYON, hargo.co.id – Atletico Madrid selalu menjadi pesakitan jika bertemu rival sekotanya Real Madrid di kancah Eropa. Dalam dua final Liga Champions, 2013-2014 serta 2015-2016, Atleti senantiasa bertekuk lutut oleh Los Merengues, julukan Real.

Momen buat membalaskan sakit hati itu kini di depan mata allenatore Atleti Diego Simeone. Dalam drawing semifinal kemarin (21/4) di markas UEFA, Derbi Madrileno akan menjadi salah satu suguhan utama. Selain derbi ada juga Monaco versus Juventus.

Real terlebih dahulu menjadi tuan rumah dalam pertemuan ini pada 2 Mei waktu setempat atau 3 Mei dini hari WIB di Santiago Bernabeu. Kemudian Atleti gantian menjadi host pada 10 Mei waktu setempat atau 11 Mei dini hari WIB di Vicente Calderon.

Dalam rekam jejak pertemuan kedua tim Madrid itu yang berlangsung 214 kali, Real mendominasi. Dengan total kemenangan mencapai 109 kali, lalu 52 seri, dan 54 kalah maka Sergio Ramos dkk berada di atas angin dibandingkan Atletico.

Mantan penyerang Real yang kini jadi Direktur Hubungan Institusional Real Emilio Butragueno dalam situs resmi UEFA kemarin (21/4) senang karena Real sudah melangkah sejauh ini. Akan tetapi berjumpa Atleti adalah pekerjaan berat.

“Atleti mengambil keuntungan setiap kesalahan yang dibuat karena mereka punya lini depan yang bagus dan lini belakang yang solid juga kebobolan sedikit gol. Di babak ini satu laga akan sangat menentukan jadi tim Anda harus sempurna konsentrasinya,”kata Butragueno kemarin dalam wawancara dengan beIN Sports.

Pria yang dijuluki ‘Si Burung Nazar’ saat masih bermain itu tak mau melihat pertemuan yang sudah terjadi sebelumnya. Meski dalam pertemuan di kancah Eropa, Real selalu jadi onak buat Atleti.

“Setiap tahun pastinya berbeda, setiap laga pun hasil akhirnya berbeda. Kami mengetahui satu sama lain dengan baik,” ucap pria 57 tahun tersebut.

Melakoni pertemuan pertama sebagai tuan rumah lebih dahulu tidak langsung melempangkan jalan pemilik 11 trofi Liga Champions itu. Di level Liga Champions, kandang maupun tandang sama susahnya.

“Dalam teori bermain laga kedua di kandang bisa menjadi keuntungan namun itu tergantung dari hasil pertemuan pertama. Kami harus sangat kuat di kandang dan memperoleh hasil bagus jadi kami bisa mempertahankan hasil itu di Calderon,” tambah Butragueno.

Sementara itu, Direktur Atleti Madrid Clemente Villaverde kepada Marca kemarin (21/4) mengatakan dua laga yang dijalaninya akan sangat berbeda. Jadi status kandang maupun tandang hampir tak akan banyak bedanya,

“Kami harus bisa beradaptasi dan tahu bagaimana membaca setiap pertandingan. Empat tim di semifinal sudah menunjukkan kualitasnya dan layak untuk berada disana, jadi akan ada empat laga hebat,” tutur Villaverde.

Di sisi lain, gelandang Atleti Saul Niguez mengatakan momen lawan Real kali ini adalah persembahan terakhir bagi Vicente Calderon. Karena musim mendatang Los Colchoneros, julukan Atleti, sudah berpindah kandang.

“Ini adalah jalan terbaik untuk berpisah kepada (Vicente) Calderon. Come on Atletico,” kata Saul dalam situs resmi UEFA. (dra/hargo)