Hasil Gabah Menurun, Kinerja Penyuluh Pertanian Dipertanyakan

Para petani sedang menjemur hasil gabah, yang diperoleh dari musim panen kali ini.(Foto: Roy Gobel/Hargo).

Limboto, Hargo.co.id – Sebagian besar Petani di wilayah Kabupaten Gorontalo untuk musim panen kali ini terpaksa harus gigit jari, pasalnya hasil panen yang diharapkan melimpah, justru mengalami penurunan yang sangat drastis.

Syamsudin Otoluwa, salah satu petani di Limboto mengungkapkan, menurunnya hasil produksi gabah untuk masa panen kali ini, disebabkan beberapa faktor, diantaranya kondisi cuaca yang tidak menentu dan sulitnya petani memperoleh pasokan pupuk dan pestisida, sehingga berdampak pada menurunnya jumlah dan kwalitas padi.

Selain itu juga, menurut Syamsudin, serangan hama yang merusak tanaman padi, menyebabkan puluhan hektare sawah rusak dan tidak bisa memproduksi padi dengan sempurna.
Kondisi seperti ini tentu saja menyebabkan hasil pertanian menurun dari biasanya, dan hal ini juga berpengaruh pada tingkat pendapatan petani itu sendiri.

” Biasanya dalam satu hektare, petani bisa memprodusi hasil antara 70 hingga 80 karung gabah, namun untuk kali ini, petani banyak mengalami kerugiaan dan hanya memperoleh hasil gabah sebanya 10 – 18 karung gabah saja per satu hektarenya. Itupun belum bisa mengimbangi biaya yang dikeluarkan oleh petani. Oleh sebab itu, kami sangat berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan nasib para petani.” Ujar Syamsudin

Selain beberapa faktor diatas, Syamsudin juga menyoroti kinerja para penyuluh pertanian, yang dianggap kurang proaktif dalam melaksanakan tugasnya, sehingga proses penaburan benih hingga panen tidak merata dibeberapa wilayah, terutama di Kecamatan Limboto dan sekitarnya.

Menurutnya, peran penyuluh sangat berpengaruh pada tingkat produksi hasil pertanian di daerah ini, sebab jika tidak hasilnya akan jauh dari apa yang diharapkan, dan berakibat pada perbedaan waktu proses penanaman benih padi.

Menanggapi hal ini,, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmad Pomalingo saat ditemui diruangkerjanya baru-baru ini, mengakui kondisi yang dialami para petani, dan hingga saat ini pemerintah daerah selalu berupaya untuk mencari solusi penanganan terhadap hasil-hasil pertanian agar tidak mengalami gagal panen.

Sedangkan menyangkut ketersediaan pupuk, Rahmad mengatakan untuk Kabupaten Gorontalo, jatah pupuk yang diberikan oleh pemerintah pusat memang sangat terbatas, dan ini yang menjadi kendala pemerintah daerah, Sehingga salah satu solusi yang diberikan adalah dengan memanfaatkan pupuk organik yang sangat mudah diperoleh dan harganyapun sangat murah.

” Memang pupuk kita sangat terbatas, sehingganya kami berharap kepada para petani agar bisa beralih pada penggunaan pupuk organik, sebab penggunaan pupuk organik sangat menguntungkan bagi para petani dibandingkan dengan pupuk non organik. Saya yakin petani bisa berali mengganakan pupuk organik.” Tutur Rahmad

Sementara, terkait peran penyuluh yang dikeluhkan para petani, Rahmad mengaku akan melakukan pembenahan secara menyeluruh termasuk kinerja para penyuluh ini, terutama menyangkut saran dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyuluh sehingga dengan demikian diharapkan tidak ada lagi alasan bagi para penyuluh ini untuk tidak turun lapangan daan mampu menjalin kerjasama dengan para petani. (rvg/hargo)