Hewan Lepas di Tilamuta Dianggap Hama

Sejumlah hewan ternak berupa Kambing menyeberangi jalan Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta kemarin (20/12).

TILAMUTA, Hargo.co.id – Eksistensi Peraturan Daerah (Perda) tentang hewan lepas di Kabupaten Boalemo dipertanyakan. Hal ini terlihat masih banyak hewan lepas yang berkeliaran bebas dan seringkali lolos dari razia hewan lepas yang dilaksanakan petugas Satpol PP di Kabupaten Boalemo.

Salah satu lokasi yang menjadi sarang hewan lepas adalah wilayah sekitar Pesisir Kecamatan Tilamuta di Desa Pentadu Barat dan Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta.

Betapa tidak, hewan lepas ditemukan hampir disetiap sudut jalan yang menjadi salah satu pemicu kecelakaan maupun merusak tanaman warga.

Pantauan Gorontalo Post kemarin (20/12) nampak segerombolan hewan ternak kambing berkeliaran sepanjang badan jalan Desa Pentadu Timur yang notabenenya wilayah pesisir, kondisi itu menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas yang kerap kali terjadi di ruas jalan.

Hewan lepas kambing bukan sekedar mondar mandir dijalan raya, tetapi lebih dari itu, hewan liar namun memiliki pemilik tersebut sering merusak tanaman warga yang berada di pekarangan rumah.

“Memang wilayah pesisir menjadi tempat staretgis bagi hewan lepas, kerana sebagian besar pemilik ternak melepas ternaknya secara liar tanpa memperhatikan tenaman milik warga lainnya,” unkap Alimin salah seorang warga setempat.

Hewan lepas menurutnya menjadi polemik di masyarakat, kerana sering memicu konflik antara masyarakat.

“Kalau hewan lepas sudah merusak tanaman maka yang terjadi adalah konflik antara pemilik ternak dengan pemilik tanaman yang dirusak, oleh karenanya Peraturan daerah (Perda) tetang hewan lepas harus ditegakan dengan semaksimal mungkin untuk memeinimalisir konflik akibat hewan lapas,” jelasnya.

Sementara kepala Desa Pentadu Barat Suaib Kawan mengatakan bahwa hewan lepas tak ubahnya seperti hama, karena bersifat perusak.

“Memang meskipun itu, ternak kambing, tetapi kalau sudah merusak tanaman milik warga maka tidak ubahnya seperti hama, dan kasus ini kerap kali terjadi diwilayah Pentadu Barat. Dan pemerintah desa sudah berupaya semaksimal mungkin mensosialisasikan persoalan ini kepada masyarakat agar pemilik – pemilik ternak dapat mengandangkannya.” ujar Suaib. (Tr-30/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →