Hewan Liar Ini Nongkrong di Runway, Batik Air Holding Beberapa Menit

ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Otoritas Bandara Djalaludin Gorontalo kembali disibukkan dengan adanya hewan liar di runway atau landasan pacu, kemarin, Jumat (6/10), sekitar pukul 06.00 Wita. Akibatnya, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6242 ini sempat holding atau tertunda pendaratannya.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6242 itu tidak bisa langsung mendarat di landasan pacu Bandara Djalaludin Gorontalo karena ditemukan adanya anjing liar yang berada di area vital tersebut.

Sejatinya, pesawat Batik Air tujuan Jakarta-Gorontalo ini mendarat di Bandara Djalaludin Gorontalo pada pukul 06.10 Wita. Namun karena sempat tertunda, pesawat jenis air bush A320-214 ini akhirnya mendarat pada pukul 06.34 Wita Andi, salah seorang penumpang Batik Air mengatakan, mereka take off dari Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 02.10 WIB atau 03.10 Wita waktu Gorontalo. “Kami tiba di Gorontalo tadi (kemarin,red) sudah jam setengah 7 lewat kalau tidak salah.

Tadi masih sempat berputar dulu sebelum akhirnya bisa mendarat,” ungkap Andi yang sejatinya meminta namanya tidak dikorankan ini. Meski demikian, diakuinya, tidak ada suasana gaduh mengenai keterlambatan landing ini.

“Yang penting semuanya selamat. Tidak ada ribut-ribut atau panik. Cuma saya heran, ini landingnya sudah terlambat dari jadwal,” tambah penumpang yang barusan berlibur di Ibukota Jakarta ini. Namun begitu, dia bersama penumpang lainnya tidak mengetahui bahwa ada sedikit gangguan pada runway, yakni anjing liar.

Tentang keberadaan hewan liar ini juga dibenarkan oleh Kepala Seksi Teknik dan Operasional, Bandara Djalaludin Gorontalo, Deden Chandra. Menurutnya, pihaknya langsung secepat kilat bertindak. “Memang ada anjing tadi, tapi cepat di tangani.” kata Deden.

Namun Deden membantah adanya pesawat holding beberapa menit di udara saat akan mendarat, seperti yang diceritakan oleh penumpang Batik Air.

“Itu tidak benar, apalagi kalau holding di udara sampai 30 menit,” bantah Deden. Dia mengakui hanya terjadi holding saat pesawat akan take off. “Jadi, bukan holding saat landing, tapi tertunda sebelum take off. Itu pun hanya beberapa menit,” pungkas Deden.(tr-56/hg)