Hamil 5 Bulan, Bendahara DPPKAD Bone Bolango Ditahan

Ilustrasi penahanan

Hargo.co.id BONBOL – Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Suwawa melakukan penahanan terhadap oknum Bendahara Bantuan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Yuliawaty Kadir menuai tanggapan publik.

Pasalnya, belakangan diketahui Yuliawaty sedang hamil 5 bulan. Sehingga langkah Kejari Suwawa yang menitipkan tersangka dugaan penyimpangan bantuan sosial (Bansos) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo itu patut ditangguhkan.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo Fence Wantu mengatakan, bahwa memang orang hamil bisa ditahan. Tapi dia bisa mengajukan penangguhanan penanganan.

[Baca: Bupati Hamim Jenguk Kadis DPPKAD di Lapas]

“Bisa saja karena faktor kemanusiaan mengingat yang ditahan itu dalam kondisi berbadan dua dan membutuhkan perawatan yang cukup,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Suwawa, Richard Sinaga,SH. MH mengatakan, bahwa Slamet dan Yuliyawaty sudah dipanggil yang ketiga kalinya.

Dan keduanya telah memenuhi panggilan tersebut dengan didampingi kuasa hukumnya Syuratman Usman.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →