Astaga, Oknum Polisi Berpangkat Bripka Bandar Narkoba

Gelar perkara kasus penangkapan bandar narkoba yang dilakoni oleh oknum anggota Polri kemarin. (F. Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)

GORONTALO, hargo,co.id – Tak ada kapoknya. Oknum Polisi yang harusnya menjadi contoh pemberantasan narkoba, justeru terlibat dalam perdagangan barang haram itu.

Brigadir Kepala (Bripka) SS (34) alias Salomon ditangkap tim direktorat narkoba Polda Gorontalo, beberapa hari lalu di tempat kosnya di Kelurahan Wongkaditi, Kota Gorontalo. Bripka Salomon tak saja menjadi pengedar, tapi anggota Polri yang tercatat bertugas di Polres Gorontalo itu, ternyata sebagai bandar narkoba di Gorontalo.

Parahnya, Bripka Salomon ternyata masih berstatus narapidana (Napi) yang harusnya berada di dalam penjara.

Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, penangkapan terhadap Bripka Salomon dilakukan pada Kamis (5/10) malam lalu. Penangkapan dilakukan setelah pengembangan dari penangkapan sebelumnya, yakni JT alias Jem (43). Jem ditangkap saat anggota Dit Narkoba menyamar sebagai konsumen.

Ia tak bisa berkutik saat tim narkoba Polda Gorontalo langsung menangkapnya di kompleks taman kota, Jl Jaksa Agung Suprapto, Kota Gorontalo. Ditangan Jem, ditemukan satu sachet plastic berisi butiran kristal bening diduga narkoba dan satu buah pireks kaca yang tersimpan di dasbor motor.

Saat diinterogasi, Jem mengaku barang laknak yang hendak dijual itu, baru saja diperolehnya dari oknum anggota Polri bernama Bripka SS yang ada di jalan Adam Z0akaria, Kelurahan Wongkaditi, Kota Utara, Kota Gorontalo. Tanpa menunggu lama, tim Ditnarkoba langsung bergerak ke tempat kos Bripka SS alias Salomon.

Pada saat itu, Bripka Salomon sedang bersama rekanya, yakni ES alias Eman (37), dan seorang perempuan bernisial JK. Petugas langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan 82 sachet plastic berisi butiran kristal bening yang diduga narkoba jenis sabu.

Saat mengetahui tim Dit narkoba menemukan narkoba, Bripka Salomon justeru melakukan perlawanan, ia lantas dihadiahi timah panas yang bersarang di betis kanannya. Dari hasil tersebut, Ditr narkoba Polda Gorontalo mengamankan JT, Bripka SS, ES dan JT beserta sejumlah barang bukti ke Polda Gorontalo.

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol Rachmat Fudail melalui Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK yang didampingi Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba, AKBP T.C Napitupulu dan AKP Isa Lawani dalam jumpa pers, Selasa (10/10) kemarin membenarkan Bripka SS masih berstatus terpidana dalam kasus yang sama, ia pernah ditangkap menyalahgunakan narkoba pada tahun 2014 lalu.

Saat ini Bripka Salomon memang sedang menjalani masa asimilasi. Sama seperti JT, tersangka yang terlebih dahulu ditangkap. JT merupakan oknum PNS yang ternyata dagang narkoba dan kini sedang menjalani proses asimilasi.

“ES sendiri merupakan seorang kontraktor di Gorontalo. Ketiganya positif narkoba setelah ditest urine oleh Bid Dokkes Polda Gorontalo. Sedangkan perempuan dengan inisial JK negative dan hanya ditetapkan sebagai saksi, karena pada saat itu JK hanya datang ke lokasi dan tidak mengetahui aktifitas rekan-rekannya tersebut,” ujar para perwira Polda Gorontalo ini.

Ditambahkan pula, Bripka Salomon merupakan bandar dan dua orang lainnya sebagai pengedar. Barang yang diperjualbelikan oleh Bripka Salomon didapatkan dari daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) atau jaringan antar provinsi.

Dari total 82 sachet yang didapatkan dari kos Bripka Salomon, ditambah dengan satu sachet yang didapatkan dari tangan JT, total barang bukti narkoba yang berhasil diamankan yakni sebanyak 42 gram sabu. Harga jual untuk satu gramnya yakni berkisar hingga Rp 2,5 juta.

“Barang bukti yang kami amankan yakni 82 sachet plastic dengan jumlah 42 gram sabu, uang sebesar Rp 19,8 juta, satu buah timbangan digital, lima buah handphone dan lain sebagainya,” kata AKBP T.C Napitupulu yang juga menjabat sebagai Kasubdit II.

Bripka SS sendiri dikenakkan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sedangkan JT dikenakkan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1. ES sendiri dikenakkan pasa 127 Subsider 131.

“Bripka SS kemungkinan besar akan dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Apalagi atensi dari Kapolda Gorontalo sudah sangat jelas dan tegas, dimana anggota yang terlibat akan ditindak,” tegas AKBP TC Napitupulu. (kif/tr-45/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →