4 Hari Menghilang, Jasad Sukriyanto di Temukan Mengapung di TPI Tenda

Sukriyanto Katadu (23) warga Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Bone Bolango (Bonbol) yang dikabarkan hanyut terseret arus sungai Bone, akhirnya ditemukan, kemarin, Kamis (12/10) sekitar pukul 06.30 Wita. (f Anaz/Gorontalo Post)

KABILA, hargo.co.id – Setelah pencarian selama kurang lebih 3 hari, jasad Sukriyanto Katadu (23) warga Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Bone Bolango (Bonbol) yang dikabarkan hanyut terseret arus sungai Bone, akhirnya ditemukan, kemarin, Kamis (12/10) sekitar pukul 06.30 Wita.

Jasad ayah satu anak ini ditemukan oleh warga mengapung di dekat lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Tenda, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Ketika ditemukan oleh warga setempat, jasad korban sudah dalam kondisi yang mengenaskan. Tubuhnya bengkak dan tampak melepuh akibat terombang-ambing selama beberapa hari oleh arus sungai Bone.

Penemuan mayat Sukriyanto ini pun tak pelak membuat geger warga setempat. Namun, ada sejumlah warga yang mengaku sempat membaca berita di koran bahwa ada orang hilang teserat air oleh sungai Bone, maka beberapa warga setempat pun menghubungi aparat setempat.

Tak lama kemudian, tim gabungan yang sudah 3 hari mencari korban pun datang dan langsung mengevakuasinya.

Sesampainya di Kelurahan Tumbihe, jasad Sukriyanto pun disambut tangis haru pihak keluarga. Jasad Sukriyanto pun langsung dikebumikan siang itu juga di pemakaman umum Kelurahan Tumbihe, sekitar pukul 14.00 Wita.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bonbol, Gagarin Hunawa, pihaknya berterima kasih kepada warga yang sudah menghubungi tim gabungan ini. Saat mendapatkan informasi, mereka langsung bergegas ke lokasi dan melakukan evakuasi.

“Alhamdulillah, jasad korban sudah ditemukan. Selanjutnya sudah langsung kita serahkan kepada pihak keluarga,” kata Gagarin.

Sementara itu, kakak korban, Fitriansyah Katadu, mengatakan, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas atas musibah yang menimpa saudara kandungnya itu.

Meski ditemukan sudah tidak bernyawa lagi, kata Fitriansyah, adiknya sudah bisa dimakamkan secara layak di pemakaman keluarga.(tr-54/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →