Idap Virus Gugur Kandungan,Tujuh Ekor Sapi di Bonbol di Musnahkan

Pemusnahan lima ekor sapi yang terinfeksi virus gugur kandungan disaksikan langsung Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Jumat (4/3). (Foto:Ayiz Taguge/Gorontalo Post).

Hargo.co.id BONBOL – Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone Bolango melakukan pemusnahan terhadap 7 ekor sapi yang teridentifikasi mengidap Virus Brucellosis, pada jumat (4/3.

Virus Brucellosis adalah sejenis penyakit yang menyerang bagian kandungan sehingga bisa mengakibatkan keguguran pada hewan terutama sapi yang tengah hamil, bahkan virus ini juga bisa menular pada manusia.

Pemusnahan sapi tersebut dilakukan dengan cara menyembelih sapi tersebut sebagaimana layaknya, kemudian isi perutnya dikeluarkan dan dibuang sekaligus dibakar di dalam lubang besar dengan kedalaman 7 meter.

Pantauan Gorontalo Post Jumat (4/3), sapi yang dimusnakan di kawasan perkebunan kayu jati Desa Bulontalangi Induk, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bonbol itu sebanyak lima ekor. Sebelumnya, pada pekan lalu telah dilakukan pemusnahan 2 ekor sapi yang mengidap virus serupa di Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila.

Ketujuh ekor sapi tersebut yang merupakan bantuan pemerintah daerah pada tahun 2015. Sapi itu diantaranya milik salah satu kelompok ternak masing-masing anggota kelompok Aki Haliki, Rukia S. Kuno, Fadrun Utina, Rahma Abas dan Mukhtar Muthalib yang diduga sudah terinfeksi virus bakteri brucella yang bisa menular kepada manusia atau tergolong zoonosis.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Nurdin Sau menjelaskan, pemusnahan sapi tersebut dilakukan merupakan perintah langsung dari Bupati Hamim Pou karena temuan sapi mengidap brucellosis di sejumlah Kecamatan, Kabupaten Bone Bolango.

Terpisah Dokter Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bonbol, Dr. Ana Mardiana menerangkan, virus Brucellosis adalah penyakit pada sapi yang disebabkan oleh bakteri brucella yang bisa menular kepada manusia atau tergolong zoonosis.

Menurut Dr. Ana, penyebaran penyakit ini sangat cepat dan hingga kini belum ditemukan obat penawar virus tersebut.

Penularan brucellosis kepada manusia umumnya dengan mengonsumsi organ dalam hewan yang mengandung bakteri brucella, ataupun melalui kotoran hewan yang terkena brucellosis mengenai luka di kulit manusia.

Dampak yang paling berbahaya bagi manusia jika tertular brucellosis pada ibu hamil, yang akan mengalami keguguran. “Jadi jenis virus ini sangat berbahaya.

Bukan hanya pada hewan ternak saja, tetapi juga pada manusia yang bisa mengakibatkan kemandulan bagi pria dan keguguran bagi perempuan hamil setelah mengkonsumsi daging sapi yang terinfeksi virus ini,”pungkasnya.