Idris Rahim Lebih Milih Jadi Cawagub

KETUA DPW PAN, Idris Rahim saar menyerahkan formulir pendaftaran Cawagub kepada ketua panitia penjaringan Golkar, Budianto Napu. Selasa (12/4).

 

Hargo.co.id GORONTALO – Keinginan kader dan pengurus PAN Gorontalo mendorong Idris Rahim sebagai Calon Gubernur sepertinya hanya akan menjadi mimpi.

Pasalnya saat mendaftar dalam penjaringan calon di Partai Golkar, Selasa (12/4) kemarin, dalam kapasitasnya sebagai Ketua PAN, Idris Rahim hanya mendaftar sebagai Calon Wakil Gubernur. Padahal PAN merupakan partai terbesar kedua di Deprov Gorontalo dengan perolehan 7 kursi.

Bisa jadi ini menjadi sinyal bahwa Idris Rahim masih tetap ingin berpasangan dengan Rusli Habibie di Pilgub mendatang. Mengingat Rusli Habibie memang dipersiapkan Golkar untuk tetap mencalonkan diri sebagai Gubernur.

Idris datang ke sekretariat DPD I Partai Golkar pukul 08.30 wita. Dirinya didampingi oleh wakil ketua Bapilu DPW PAN Roni Imran, Wakil ketua bidang publikasi dan media Andriliyawan Muhamad, dan wakil bendahara Ramadhan Hoesa.

Mereka diterima langsung oleh ketua tim pendaftaran Budianto Napu, dan beberapa kader Golkar yang berada di DPD I Golkar Gorontalo. Saat memberikan sambutan, Idris Rahim menyampaikan bahwa selama NKRI memimpin Provinsi Gorontalo,

sudah banyak karya nyata yang dilakukan oleh NKRI dan itu sangat dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak salah lagi jika banyak masyarakat yang ingin menginginkan bahwa NKRI harus tetap lanjut.

“Banyak karya nyata yang sudah dilakukan selama 4 tahun lebih, sehingga rakyat menginginkan agar NKRI harus dilanjutkan, sehingga itu mantapkan dan lanjutkan,” kata Idris Rahim.

Langkah yang diambil oleh Idris Rahim ini memang sesuai dengan komitmennya terhadap NKRI, sehingga itu tidak salah jika ia mengikuti penjaringan cawagub di Golkar.

Apalagi dalam Pilkada 2017 mendatang, Golkar merupakan satu-satunya Parpol yang bisa mengusung paket sendiri, dengan memiliki modal 12 kursi, atau 26 persen di DPRD Provinsi Gorontalo.

Jika jadi paket NKRI maka secara otomatis akan ditopang juga dengan kehadiran dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini diketuai oleh Idris Rahim.

PAN di DPRD Kota Gorontalo memiliki 7 kursi atau 15 persen suara, sehingga jika Golkar dan PAN rajut koalisi maka akan ada 41 persen suara yang menjadi modal awal NKRI jilid II.

Tapi ingat, Idris Rahim harus bertarung dengan beberapa figur yang juga mencalonkan diri sebagai wakil gubernur dari Partai Golkar, diantaranya Budi Doku, Gias Nono dan Adhan Dambea. Lantas bagaimana jika Golkar tidak mengakomodir Idris Rahim sebagai cawagub ?

Wakil Ketua Bidang Media DPW PAN, Andriliyawan Mohamad mengatakan bahwa sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Golkar, dan tentunya Golkar mempunyai mekanisme terkait penetapan cagub dan cawagub.

Demikian juga dengan PAN, yang juga mempunyai mekanisme tersendiri.  “Tentunya PAN ada mekanisme tersendiri. Kalau pak Idris tidak diterima oleh Golkar maka akan ada langkah dari PAN, yang jelas PAN tetap mengusulkan Idris Rahim untuk menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur,” ungkapnya.

Bahkan di internal PAN sendiri, banyak kader yang mengaspirasikan bahwa Idris Rahim menjadi calon Gubenur, akan tetapi semuanya diserahkan ke Partai dan Idris Rahim.(wan/hargo)