Ikan Segar Mahal Pemicu Inflasi

KOMODITAS ikan segar berupa ikan layang, ikan selar/tude dan ikan malalugis selama bulan November 2017 mengalami kenaikan harga sehingga menyebabkan infl asi sebesar 0,17 persen

Hargo.co.id Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi Kota Gorontalo pada bulan November 2017 sebesar 0,17 persen. Salah satu penyebab utama inflasi pada bulan November adalah kenaikan harga ikan segar.

“Pada bulan November 2017 mengalami kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 125,87 menjadi 126,08. Perubahan ini menyebabkan inflasi sebesar 0,17 persen,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi, Abdul Asman pada press confrence di kantornya, Senin (4/12).

Menurutnya, dari 7 kelompok pengeluaran, hanya dua yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok sandang dan kesehatan. Sisanya, mengalami kenaikan dan kenaikan yang tertinggi dialami oleh kelompok bahan makanan.

Adapun jenis barang dan jasa yang menjadi penyumbang terbesar inflasi pada bulan November 2017 masing-masing jenis ikan layang, ikan selar/tude, malalugis/sohiri, cabe rawit dan bawang merah.

“Dari tiga jenis ikan segar tadi sudah memiliki andil inflasi sebesar 0,2943 persen. Memang karena mahalnya jenis ikan segar inilah selama bulan November menjadi penyebab inflasi,” kata Asman.

Jika dilihat dari 18 Kota di kawasan Timur Indonesia, inflasi Kota Gorontalo menempati urutan ke 6 dimana inflasi yang tertinggi di Mamuju 0,45 persen dan terendah di Tual -2,74 persen.(axl/hg)